Kompas.com - 06/09/2016, 14:09 WIB
Presiden Joko Widodo saat melihat domba garut milik peternak yang ikut dalam Kontes Domba Garut dan Kambing Piala Kemerdekaan, di Kebun Raya Bogor, Sabtu (27/8/2016). Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi BempahPresiden Joko Widodo saat melihat domba garut milik peternak yang ikut dalam Kontes Domba Garut dan Kambing Piala Kemerdekaan, di Kebun Raya Bogor, Sabtu (27/8/2016).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Populasi hewan ternak jenis domba di Kabupaten Purwakarta mengalami surplus. Bahkan, jumlah domba di Purwakarta sudah melebihi total jumlah penduduk di kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat tersebut.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mencatat, jumlah penduduk Purwakarta mencapai 960.000 jiwa. Sedangkan, jumlah populasi domba Purwakarta menurut data Dinas Peternakan dan Perikanan mencapai 1 juta ekor.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta, Ita Sriwuryusturati mengatakan, jika melihat luas wilayah, hal ini merupakan prestasi.

“Saat ini kami memasok 10 persen kebutuhan domba di Jawa Barat. Adapun populasi domba di Jabar mencapai 10 juta," ungkap Ita dalam rilisnya, Selasa (6/9/2016).

Selain kuantitas, domba Purwakarta juga bersaing dalam hal kualitas dibanding domba Garut, Bandung, dan Bandung Barat. Bahkan, domba Purwakarta meraih juara ketiga kontes ternak domba tingkat nasional kategori ratu bibit. 

“Sudah lama sekali Garut dan Kabupaten Bandung mendominasi dunia peternakan Jawa Barat. Kini, Purwakarta dengan wilayah yang tidak terlalu luas sudah mampu merangsek masuk," imbuhnya. 

Program pengembangan peternakan Purwakarta akan terus dilanjutkan. Di antaranya melanjutkan pengembangan domba Garwa (Garut-Wanayasa).

“Progresnya sangat bagus. Selain masyarakat dan anak-anak usia sekolah, program ini melibatkan kalangan akademisi dari Universitas Padjadjaran. Sampai hari ini sudah ada ratusan domba Garwa," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjelaskan, pengembangan ternak di daerahnya terintegrasi dengan program pendidikan berbasis karakter dan lingkungan.

Dedi menjelaskan, selain menggenjot populasi domba, pihaknya mendorong hal yang sama pada sapi. Salah satu caranya dengan memberikan sapi kepada peternak rakyat serta melibatkan siswa sekolah.

"Kalau sapi masih banyak dari luar. Produksi Purwakarta per tahunnya sebanyak 2.000 sapi. Terdiri dari 1.500 inseminasi buatan, dan 500 alami," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.