32 Saksi Diperiksa Terkait Penembakan Warga di Sugapa

Kompas.com - 01/09/2016, 19:55 WIB
Mapolsek Sugapa ketika dibakar massa pada Sabtu (27/8/2016) kemarin. Fabio Maria Lopes CostaMapolsek Sugapa ketika dibakar massa pada Sabtu (27/8/2016) kemarin.
|
EditorFarid Assifa

JAYAPURA, KOMPAS.com - Tim investigasi Polda Papua telah memeriksa 32 orang saksi terkait insiden penembakan yang menewaskan remaja berusia 15 tahun bernama Otinus Sondegau di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada 27 Agustus 2016 lalu.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw di Jayapura pada Kamis (1/9/2016) mengatakan, 32 saksi tersebut terdiri dari 10 anggota Brigade Mobil, 14 anggota Polsek Sugapa, dan delapan masyarakat sipil yang menyaksikan insiden penembakan di lapangan.

“Pemeriksaan atas 32 saksi ini pada Rabu kemarin. Saat ini tim juga masih memeriksa salah seorang warga yang berprofesi sebagai sopir. Warga itu yang meminta bantuan ke anggota Polsek Sugapa ketika terjadi pemalangan jalan oleh korban dan dua rekannya,” kata Paulus.

Baca juga: Kantor Polsek Sugapa di Papua Dibakar Massa, Ini Penjelasan Polri

Ia pun menuturkan, tim juga telah menggelar olah TKP dan reposisi, yakni dengan dengan memperagakan ulang lokasi terakhir para anggota Brimob dan korban ketika terjadi insiden penembakan.

“Dari reposisi terungkap bahwa anggota Brimob berada dalam jarak yang sangat dekat dengan korban,” tambahnya.

Paulus pun menambahkan, dari hasil visum jenazah korban diduga bahwa arah tembakan yang dilepaskan pelaku tidak lurus.

“Diperkirakan korban tertembak di punggung hingga tembus dada. Dugaan kami korban ditembak bukan dari jarak dekat,” tambah Paulus.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X