Menabung 25 Tahun, Nenek Penjual Daun dan Tempe Akhirnya Berangkat Haji

Kompas.com - 24/08/2016, 19:03 WIB
|
EditorCaroline Damanik

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Seorang perempuan berusia 90 tahun akhirnya berangkat ke tanah suci dari hasil jual daun dan tempe.

Ponirep (90), warga Purwodadi, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, akhirnya berangkat ke tanah suci setelah menabung dari hasil berjualan daun dan tempe selama 25 tahun. Dia menabung tanpa sepengetahuan anak dan cucu-cucunya.

Tumin Hidayat, cucu Ponirep, mengaku bahwa sampai sekarang keluarga masih heran karena neneknya memiliki banyak uang dari hasil dagangnya yang dinilai tidak seberapa itu. Menurut Tumin, harga daun yang dijual hanya berkisar Rp 2.000 per ikat.

Begitu pula harga tempe. Belum kalau orang-orang berutang saat membelinya.

Keluarga sampai heran karena meski Mbah Ponirep sudah berada dalam karantina jemaah haji, masih saja orang berdatangan membayar utang tempe. Ketika dikumpulkan, jumlahnya mencapai Rp 5 juta.

"Mbah berangkat ke tanah suci dengan usahanya sendiri, tidak ada sedikit pun bantuan dari keluarga," kata Tumin, Rabu (23/8/2016).

Ponirep mendaftar haji pada tahun 2011 dan berangkat ke tanah suci dengan rombongan kloter 26 dari Lampung Selatan. Meskipun menjadi calon jemaah haji paling tua di Lampung, secara fisik, Ponirep terlihat sehat dan kuat.

"Kami berharap Mbah menjadi haji mabrur dan pulang dalam keadaan sehat," ujar dia.

Sebanyak 5.026 calon jemaah haji asal Lampung berangkat ke tanah suci dalam 13 kloter.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

Regional
Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Regional
Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Regional
Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Regional
Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

Regional
Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X