Guru Dipukul Orangtua Siswa, Murid-muridnya Datangi Kantor Polisi - Kompas.com

Guru Dipukul Orangtua Siswa, Murid-muridnya Datangi Kantor Polisi

Kompas.com - 11/08/2016, 11:30 WIB
Kontributor Makassar, Hendra Cipto Ratusan siswa SMK 2 Makassar, guru-guru se Kota Makassar dan PGRI Sulsel berdemonstrasi di markas Polsekta Tamalate, Kamis (11/8/2016).

MAKASSAR, KOMPAS.com — Ratusan siswa SMK Negeri 2 Makassar mendatangi Markas Polsekta Tamalate, Kamis (11/8/2016). Mereka menuntut polisi menindak tegas seorang siswa dan orangtuanya yang memukul guru bernama Dahrul.

Para siswa itu datang dengan didampingi PGRI Sulawesi Selatan dan puluhan guru se-Kota Makassar. Mereka sengaja absen dari pelajaran untuk membela gurunya yang dikeroyok.

(Baca juga Anak Dihukum karena Tak Bikin Tugas, Orangtua Pukul Pak Guru)

Sebelum ke Mapolsekta Tamalate, para siswa berunjuk rasa di sekolahnya, Jalan Pancasila, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar.


Setelah itu, mereka berangkat ke Mapolsekta Tamalate dan berunjuk rasa di sana.

Siswa dan guru itu menggunakan alat pengeras suara, menuntut pelaku pengeroyokan guru dihukum seberat-beratnya.

Aksi siswa, guru-guru, dan PGRI Sulsel ini dikawal ketat aparat kepolisian. Kepala Polsekta Tamalate Komisaris Polisi Muh Azis Yunus memberikan penjelasan bahwa pihaknya tetap menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku.

"Siswa dan orangtuanya yang memukul kita sudah tetapkan sebagai tersangka. Sejak kemarin sampai sekarang masih ditahan. Keduanya kita kenakan Pasal 170 tentang Pengeroyokan," kata Azis di hadapan pengunjuk rasa.

(Baca juga Orangtua dan Murid yang Pukul Guru di Makassar Jadi Tersangka)

Ketua PGRI Sulsel Wasir Thalib berjanji akan tetap mengawal kasus ini dan menyiapkan dua pengacara untuk mendampingi korban.

"Kita tuntut proses hukum. Sudah banyak juga guru yang diproses hukum gara-gara siswa. Jadi, kasus guru dipidana terjadi di Kabupaten Bantaeng, Selayar, Sinjai, dan Enrekang. Saatnya guru yang bertindak juga," kata Wasir.

Sementara itu, siswa-siswa SMKN 2 Makassar juga teriak-teriak agar pelaku dikeluarkan dari sekolah. Mereka menganggap pelaku selama ini nakal dan kurang ajar.

"Memang itu nakal, baru kurang ajar. Siswa-siswa juga tidak suka karena dia suka meledek," teriak siswa.

Setelah berdemonstrasi, siswa dan guru beranjak ke Gedung DPRD Makassar. Di sana mereka juga akan melanjutkan aksi serupa, membela guru yang dikeroyok siswa dan orangtuanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho

Terkini Lainnya

La Nyalla Akui Jokowi PKI Hanya Karangan, Ini Kata Airlangga Hartarto

La Nyalla Akui Jokowi PKI Hanya Karangan, Ini Kata Airlangga Hartarto

Nasional
DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

Megapolitan
Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Regional
Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Nasional
PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

Megapolitan
Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Nasional
Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Megapolitan
Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Regional
Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Regional
Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Regional
'Taxiway' Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

"Taxiway" Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

Regional
Begini Model Kantong Belanja dari Tepung Singkong yang Akan Digunakan di Bekasi

Begini Model Kantong Belanja dari Tepung Singkong yang Akan Digunakan di Bekasi

Megapolitan
Dua Pencuri di Australia Bobol Bank Pakai Eskavator

Dua Pencuri di Australia Bobol Bank Pakai Eskavator

Internasional
Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Nenek Marsinah Bingung Cari Tanah Pengganti

Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Nenek Marsinah Bingung Cari Tanah Pengganti

Regional
2 Motor Tabrakan di Kupang, 2 Orang Tewas dan 1 Kritis

2 Motor Tabrakan di Kupang, 2 Orang Tewas dan 1 Kritis

Regional

Close Ads X