Tahan Rasa Sakit Akibat Simpan Sabu di Anus, 3 Pria Tertangkap Petugas Bea Cukai Banda Aceh

Kompas.com - 04/08/2016, 21:04 WIB
Petugas Bea Cukai Banda Aceh menggagalkan upaya penyelundupan 178 gram sabu yang dilakukan oleh tiga pria asal Samalangan Propinsi Aceh di Bandara SIM, mereka menyelundupkan sabu dari Kuala Lumpur Mlaysia.***** Daspriani Y Zamzami / Kompas.comPetugas Bea Cukai Banda Aceh menggagalkan upaya penyelundupan 178 gram sabu yang dilakukan oleh tiga pria asal Samalangan Propinsi Aceh di Bandara SIM, mereka menyelundupkan sabu dari Kuala Lumpur Mlaysia.*****
|
EditorFarid Assifa

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Akibat tak sanggup menahan rasa sakit di bagian anusnya, tiga pemuda penyelundup narkotika jenis sabu asal Kuala Lumpur, Malaysia, yang hendak pergi ke Aceh tertangkap petugas Bea dan Cukai di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Penangkapan itu berawal dari kecurigaan petugas terhadap tiga pemuda penumpang pesawat Air Asia nomor penerbangan AK-423 dengan rute penerbangan Kuala Lumpur-Banda Aceh.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Banda Aceh, Abdul Harris mengatakan, petugas menaruh curiga terhadap tiga penumpang dengan inisial SF, RH dan TI.

“Awalnya saat kita periksa kita tidak menemui benda yang mencurigkan tapi kelakuan mereka mencurigakan apalagi yang dua orang itu, yakni SF dan RH, yang ternyata sudah menahan sakit sejak di Kuala Lumpur,” jelas Harris.

Dari hasil pemeriksaan, sebut Harris, petugas Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh berhasil mengeluarkan satu benda asing berbentuk seperti telur ayam dari dalam tubuh TI. Di dalam benda asing yang berbentuk lonjong sebesar butiran telur ayam tersebut, petugas menemukan bungkusan plastik berisikan benda berbentuk butiran bening dan diduga methamphetamine dengan berat 178 gram.

Sementara saat diperiksa, SF dan RH mengaku sudah membuang benda asing yang dimasukkan ke anus mereka, karena tidak tahan sakit.

“Jadi keduanya karena sudah tidak tahan lagi, mereka mengeluarkannya di toilet di bandara Kuala Lumpur, mereka merasa kesakitan,” jelas Abdul Harris.

Abdul Haris mengatakan, penangkapan ketiga tersangka ini bermula saat pesawat dari Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, mengalami delay. Seharusnya, pesawat Air Asia AK-423 itu mendarat di Bandara SIM pada pukul 08.20 WIB kemarin. Namun, karena ada diterpa isu bom, sehingga pesawat tersebut terjadi keterlambatan dan baru tiba di Bandara SIM, Blang Bintang, pukul 14.35 WIB.

Ketiga tersangka ini berada dalam pesawat tersebut. Ketiga pria yang berasal dari Samalanga, Kabupaten Bireun, Aceh, ini mengaku membawa sabu demi mendapatkan sejumlah uang untuk biaya pengobatan orangtua mereka.

Penyelundupan barang haram dengan estimasi harga Rp 373 juta Ini merupakan penggagalan penyelundupan kedua kalinya di tahun 2016, setelah Januari lalu, petugas menangkap warga Malaysia yang membawa sabu seberat 900 gram.

Atas perbuatan tersebut, mereka dijerat dengan pasal 102 huruf a Undang-undang Kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006 junto Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Tenaga Kesehatan Haji Positif Covid-19

3 Tenaga Kesehatan Haji Positif Covid-19

Regional
Positif Covid-19 di Mimika Bertambah Jadi 8 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Positif Covid-19 di Mimika Bertambah Jadi 8 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Regional
Resmi Beroperasi, RS Darurat di Pulau Galang Belum Menerima Pasien

Resmi Beroperasi, RS Darurat di Pulau Galang Belum Menerima Pasien

Regional
Pasien Positif 03 di Lampung Sembuh, Beri Semangat ke Pasien Lain via Video

Pasien Positif 03 di Lampung Sembuh, Beri Semangat ke Pasien Lain via Video

Regional
UPDATE Pasien Covid-19 di Sulsel: 82 Positif, 263 PDP, 2.166 ODP

UPDATE Pasien Covid-19 di Sulsel: 82 Positif, 263 PDP, 2.166 ODP

Regional
2 PDP Covid-19 di Kota Banjar Meninggal, Warga Diingatkan Patuhi Aturan Pemerintah

2 PDP Covid-19 di Kota Banjar Meninggal, Warga Diingatkan Patuhi Aturan Pemerintah

Regional
Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Regional
Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Regional
Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Regional
Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Regional
Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Regional
Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Regional
Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Regional
Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Regional
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X