Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Hasil Pertemuan RS Permata Bekasi dengan Orangtua Kasus Vaksin Palsu

Kompas.com - 16/07/2016, 14:00 WIB
Robertus Belarminus

Penulis

BEKASI, KOMPAS.com - Ratusan orangtua yang anaknya mendapat vaksin di RS Permata Bekasi melakukan pertemuan tertutup bagi media dengan pihak rumah sakit. Dalam pertemuan itu dibahas tentang tuntutan orangtua pasien kepada RS Permata Bekasi.

Anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi Bidang Pendidikan dan Kesehatan Ronny Hermawan mengikuti pertemuan tersebut. Dia mengaku ikut untuk mendampingi warga yang merasa kecewa dan khawatir masalah kesehatan anak.

Menurut Ronny, suasana pertemuan sempat diwarnai perdebatan. Namun, ia menyambut baik pertemuan tersebut.

"Sempat terjadi debat sengit tapi pihak rumah sakit memberi penjelasan dan saya menyambut baik pertemuan hari ini positif, artinya ada langkah progresif," kata Ronny, selesai pertemuan di RSPB, Bekasi Kota, Sabtu (16/7/2016).

Lantas, apa saja hasil pertemuan tertutup tersebut?

Ronny membeberkan, pihak RSPB bersedia memberikan vaksin ulang gratis kepada keluarga pasien. Hal lainnya yakni pihak RSPB juga memberikan jaminan kesehatan kedepannya bila ada dampak akibat vaksin.

Dia menilai, vaksin palsu telah membuat tubuh anak menjadi tidak kebal dan berdampak lain. Dia setuju pemerintah mengumumkan rumah sakit mana saja yang ditemukan menggunakan vaksin palsu.

Sebab, masyarakat menurutnya perlu mengetahui dan melakukan langkah vaksin ulang bagi anak.

"Masyarakat jadi cepat tahu, kalau tahu dia bisa vaksin ulang. Kalau ditutup-tutupin bisa menimbulkan kepanikan," ujar Ronny.

Ronny juga mengatakan, mendukung langkah pengungkapan yang dilakukan Badan Reserse Kriminal Polri. Khusus Bekasi, pihaknya mendesak Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk tetap menelusuri kasus vaksin palsu ini.

Ronny menilai, masih ada rumah sakit lain yang berpotensi menggunakan vaksin palsu, di luar 14 rumah sakit yang sudah diumumkan Kementerian Kesehatan. (Baca: RS Permata Bekasi: Dampak Vaksin Palsu Hanya Berkurangnya Kandungan Vaksin)

Berikut rangkuman Tuntutan Pasien Kepada RS Permata Bekasi, yang ditunjukan Ronny: 

A. Menerbitkan data pasien yang diimunisasi (MR) sejak tahun 2008-2016. Jawaban RS Permata Bekasi :

1. Data penerima vaksin Pediacel dari Azka Medical sudah ada sebanyak 45 vial, tetapi tidak bisa diberikan langsung kepada public, dan akan dihubungi.

2. Data imunisasi pasien dari 2008-2016 kami proses 3 hari, akan diumumkan via telp, email, atau didatangkan ke rumah.

B. Untuk mengetahui vaksin palsu atau asli dilakukan medical chek up atau jaminan kesehatan dengan biaya ditanggung di RS, untuk menyatakan apakah vaksin yang masuk palsu atau tidak? (Meminta tes lab) dan full cover sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Jawaban RS Permata Bekasi : Akan melakukan medical chek up di RSPB untuk yang diberikan Pediacel Azka Medical.

C. Vaksin ulang apabila terindikasi vaksin palsu dengan dibiayai RS. Jawaban RS Permata Bekasi : Disetujui gratis

D. Bagi anak yang sudah lewat usia vaksin, maka RS berkewajiban memberikan jaminan kesehatan untuk para pasien sampai waktu yang tidak terhingga terkait dengan vaksin.

Jawaban RS Permata Bekasi : Bagi pasien yang divaksin di RS Permata Bekasi apabila ada indikasi penyakit yang diakibatkan oleh pemberian vaksin akan dijamin kesehatannya oleh RS Permata Bekasi dalam bentuk pelayanan kesehatan.

E. RS menunjukan MoU dan PO dengan Azka kepada orangtua pasien. Jawaban RS Permata Bekasi : PO disetujui akan ditampilkan, MoU akan diproses.

F. Memberikan informasi terkini kepada orangtua korban tidak terbatas pada informasi dari pihak pemerintah atau instansi lainnya bersifat proaktif. (Mendirikan posko pengaduan mengenai vaksin).

Jawaban RS Permata Bekasi : Disetujui akan didirikan posko yang akan memberikan informasi terkini mengenai vaksin palsu di RS Permata Bekasi.

G. Adapun hal-hal lain yang belum tercantum pada poin di atas yang berkaitan dengan kasus vaksin palsu akan disampaikan selanjutnya.

Jawaban RS Permata Bekasi : Disetujui akan ada konsultasi dengan dokter anak secara gratis terkait vaksin palsu. Konsultasi mulai Senin 18 Juli 2016 sesuai hari dan jam praktek dokter.

Surat pernyataan yang dikeluarkan RSPB itu bernomor 092/Spt/DIR/RSPB/VII/2016 dan ditanda tangani Direktur RSPB Dokter Untung.

Mengetahui surat ini adalah Anggota DPRD Kota Bekasi yang hadir dalam pertemuan itu, Ronny Hermawan. Dalam surat itu ditulis pertemuan juga dihadiri Lurah Mustikajaya, Imam, dan BKPM Mustikajaya, Inspektur 1 Adi Zakaria.

Kompas TV Presiden Minta Pengedar Vaksin Palsu Dihukum Berat
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com