Bocah Berbobot 189,5 Kg Ini Doyan Minuman Kemasan dan Mi Instan

Kompas.com - 11/07/2016, 17:17 WIB
Arya Permana (10) penderita severe obesity ditangani 13 dokter spesialis RSHS. Berat badan normal Arya kurang dari 50 kg, namun saat ini beratnya mencapai 189,5 kg. KOMPAS.com/Reni Susanti Arya Permana (10) penderita severe obesity ditangani 13 dokter spesialis RSHS. Berat badan normal Arya kurang dari 50 kg, namun saat ini beratnya mencapai 189,5 kg.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

BANDUNG, KOMPAS.com — Arya Permana (10), penderita severe obesity, lahir dengan barat badan normal 3,8 kg. Seperti anak lainnya, tidak ada yang aneh dengan tumbuh kembang Arya.

"Di usia 4 ke 5 tahun, tumbuh cukup drastis. Pada umur 8 ke 10, naik 72 kg," ujar ayah Arya, Ade, dalam konferensi pers di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Senin (11/7/2016).

Ade menjelaskan, sebelum konsultasi ke dokter, anaknya bisa makan 4 kali sehari. Ia juga kerap mengonsumsi mi instan.

"Kalau mengonsumsi mi instan, makan nasinya berkurang. Jadi mi instan sebagai pengganti nasi," ucapnya.

Namun, Arya sering kesulitan tidur. Ketika susah tidur, sang anak kerap meminum minuman kemasan rasa jeruk. Selama 24 jam, anaknya bisa mengonsumsi minuman kemasan hingga 20 gelas.

Menurut Ade, anaknya akan menangis hingga berguling-guling jika kemauannya untuk minum minuman kemasan tidak dipenuhi.

Setelah berkonsultasi dengan dokter, orangtua Arya membatasi asupan makan sang anak. Dalam sehari, anaknya makan maksimal tiga kali.

"Kalau masih lapar, dikasih pisang dan apel merah. Bisa 6 pisang dan 3 apel," ucapnya.

Ketua Tim Penanganan Pasien Arya, dr Julistyo TB Djais, SpA(K), mengatakan, dari hasil wawancara dengan keluarganya, berat badan pasien pada usia 5 tahun 90 kg. Saat ini, berat badan Arya mencapai 189,5 kg.

"Keluhan sesak napas yang dirasakan terjadi sejak satu tahun sebelum masuk RS," ucapnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggaran Dipakai untuk Covid-19, Pembangunan Jalan Pakai Dana Pribadi Ketua DPRD

Anggaran Dipakai untuk Covid-19, Pembangunan Jalan Pakai Dana Pribadi Ketua DPRD

Regional
Kejujurannya Viral di Media Sosial, Driver Ojol Ini Mengaku Rp 35.000 Itu Bukan Haknya

Kejujurannya Viral di Media Sosial, Driver Ojol Ini Mengaku Rp 35.000 Itu Bukan Haknya

Regional
Sosok Ojol Viral yang Kembalikan Uang Penumpang: Aktif di Pengajian, Pakai Motor Pemberian Teman

Sosok Ojol Viral yang Kembalikan Uang Penumpang: Aktif di Pengajian, Pakai Motor Pemberian Teman

Regional
Hasil Rapid Test Peserta UTBK Unair Diubah Reatif, Kampus Sebut Tak Sengaja Tertukar

Hasil Rapid Test Peserta UTBK Unair Diubah Reatif, Kampus Sebut Tak Sengaja Tertukar

Regional
Sebelum Lompat dari Lantai 3 RSUD Demak, PDP Covid-19 Rindu Keluarga dan Ingin Pulang

Sebelum Lompat dari Lantai 3 RSUD Demak, PDP Covid-19 Rindu Keluarga dan Ingin Pulang

Regional
Menjelang Aktivitas di Sekolah, 1.700 Guru di Pariaman Tes Swab

Menjelang Aktivitas di Sekolah, 1.700 Guru di Pariaman Tes Swab

Regional
Masjid Hadiah Pengeran Abu Dhabi untuk Jokowi Dibangun Desember 2020

Masjid Hadiah Pengeran Abu Dhabi untuk Jokowi Dibangun Desember 2020

Regional
Tidak Lolos PPDB karena Rumah Jauh, Puluhan Orangtua Murid Protes

Tidak Lolos PPDB karena Rumah Jauh, Puluhan Orangtua Murid Protes

Regional
Hasil Rapid Test Peserta UTBK Diubah Menjadi Reaktif, Ini Penjelasan Unair

Hasil Rapid Test Peserta UTBK Diubah Menjadi Reaktif, Ini Penjelasan Unair

Regional
Gelapkan Uang Nasabah Bank Jatim Rp 7,7 Miliar, Ani Fatini Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Gelapkan Uang Nasabah Bank Jatim Rp 7,7 Miliar, Ani Fatini Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Regional
Kisah Maria 'Sang Dokter Rimba', Ambil Alih Tugas Dukun Hantu Pedalaman Jambi (3)

Kisah Maria "Sang Dokter Rimba", Ambil Alih Tugas Dukun Hantu Pedalaman Jambi (3)

Regional
Aksi Perampokan Pecah Kaca Mobil Terjadi di Bandung

Aksi Perampokan Pecah Kaca Mobil Terjadi di Bandung

Regional
Gubernur Kalbar Sindir Kepala Daerah yang 'Lebai' Tangani Corona: Jangan Pencitraan

Gubernur Kalbar Sindir Kepala Daerah yang "Lebai" Tangani Corona: Jangan Pencitraan

Regional
Menyoal Dugaan Perkosaan dan Penjualan Bocah 14 Tahun Korban Pencabulan oleh Kepala P2TP2A

Menyoal Dugaan Perkosaan dan Penjualan Bocah 14 Tahun Korban Pencabulan oleh Kepala P2TP2A

Regional
Kisah Dita Leni Ravia, Siswi SMKN di Gunungkidul yang Namanya Viral...

Kisah Dita Leni Ravia, Siswi SMKN di Gunungkidul yang Namanya Viral...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X