Selundupkan 48 Burung Kakatua, Seorang ABK Ditangkap

Kompas.com - 05/07/2016, 16:46 WIB
Puluhan ekor burung kakatua warnah putih, diamankan oleh Polisi Perairan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), saat hendak diselundupkan Kompas.com/Sigiranus Marutho BerePuluhan ekor burung kakatua warnah putih, diamankan oleh Polisi Perairan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), saat hendak diselundupkan
|
EditorCaroline Damanik

KUPANG, KOMPAS.com - Timotius Tanewa, seorang anak buah kapal (ABK) KM Nusantara 49, ditangkap anggota kepolisian dari Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), gara-gara nekat menyelundupkan 48 ekor burung kakatua.

Kasatgas Subsatker Ditpolair Polda NTT, AKP Mamu Lile Gabriel kepada sejumlah wartawan, Selasa (5/7/2016) mengatakan, Timotius adalah warga Desa Lakpei, Kecamatan Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.

Menurut Mamu, Timotius diamankan karena membawa satwa yang dilindungi oleh pemerintah secara illegal. Pelaku, lanjut Mamu, bersama barang bukti, diamankan di atas KM Nusantara 49, ketika tiba di Pelabuhan Tenau Kupang, Senin (4/7/2016) malam.

Setelah diamankan, burung kakatua akan diserahkan ke BKSDA NTT untuk dilakukan perhitungan bersama dengan BKSDA.

Mamu mengatakan, selain Timotius, pihaknya juga mengamankan Polce Riwu, warga Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT, yang ikut membantu menyembunyikan puluhan burung itu.

“Pelaku saat ini sudah ditahan, untuk dilakukan proses hukum selanjutnya,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X