Kompas.com - 27/06/2016, 10:05 WIB
|
EditorSandro Gatra

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Komandan Kodim 1618 Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Letnan Kolonel Infanteri Yudi Gumilar mengatakan, pihaknya mengamankan Alfonsius Talan (24), untuk menghindari berkembangnya paham komunis di wilayah TTU.

Yudi, warga setempat, diamankan karena mengenakan kaus bergambar palu dan arit.

"Selain menghindari paham komunis berkembang di wilayah TTU, alasan kita menangkap Alfonsius Talan karena berdasarkan petunjuk komando atas, yang didasari oleh TAP MPR dan Undang-Undang Nomor 27 tahun 1999," kata Yudi, Minggu (26/6/2016).

Menurut Yudi, Alfonsius telah menyampaikan permintaan maaf karena menggunakan baju berlambang palu arit selama ini. Alfonsius mengaku tidak mengetahui kalau lambang itu dilarang.

"Yang bersangkutan (Alfonsius) baru tahu dan mengerti tentang baju itu setelah diberikan penjelasan oleh Babinsa," tutur Yudi.

Meski telah menyampaikan permohonan maaf, lanjut Yudi, pihaknya tetap menyerahkan Alfonsius ke Kepolisian Resor TTU untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Terkait hal itu, pihak Polres TTU belum memberikan keterangan resmi. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres TTU, AKP Hadi Handoko belum bisa dikonfirmasi Kompas.com.

Alfonsius merupakan warga Desa Manikin, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komandan Kodim 1618 TTU, Letnan Kolonel Infanteri Yudi Gumilar sebelumnya mengatakan, Alfonsius diamankan oleh Babinsa Desa Manikin, Koptu Mikael Desales.

Alfonsius adalah pegawai kontrak pencatat meter pada PLN Cabang Kefamenanu. Ia mengabdi sejak September 2011 pada Kantor Jaga Unit Manikin.

Awalnya, Alfonsius keluar dari rumahnya untuk membeli rokok di kios dekat rumahnya. Pada saat dalam perjalanan menuju kios, Alfonsius bertemu Babinsa Koptu Mikael Desales.

"Babinsa langsung menanyakan kepada Alfonsius, kamu nama siapa, tinggal dimana, dapat baju darimana, asal sebenarnya dari mana. Ia lantas menjawab semua pertanyaan dan mengaku baju itu didapat dari kakaknya di Kupang. Setelah itu, Babinsa memfoto Alfonsius dan berpesan bahwa nanti Babinsa akan ikut ke rumah Alfonsius," jelas Yudi.

Tak berselang lama, Babinsa mendatangi rumah Alfonsius. Saat itu, Alfonsius tepergok membakar kaus yang bergambar palu arit itu.

Babinsa langsung mengamankan baju tersebut dan membawanya ke Pos Polisi Haekto. Setelah itu, Alfonsius dibawa ke Kodim 1618/TTU.

"Saat ini, Alfonsius sudah kita serahkan ke Polres TTU," ujar Yudi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.