Kompas.com - 21/06/2016, 20:44 WIB
Ketua Badan Pengawas Pemilu R, Muhammad di Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta, Jumat (3/6/2016) KOMPAS.com/Nabilla tashandraKetua Badan Pengawas Pemilu R, Muhammad di Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta, Jumat (3/6/2016)
|
EditorFarid Assifa

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Muhammad mengungkapkan, sistem pengawasan pemilu di Indonesia bisa menjadi percontohan masyarakat internasional.

Pasalnya, hanya dua negara saja di dunia yang memiliki lembaga pengawasan pemilu. Selain Indonesia, lembaga pengawas pemilu juga terdapat di Ekuador.

“Ini kita harus hati-hati. Badan Pengawas Pemilu harus mampu mengantarkan pesta demokrasi dengan baik. Bukan dinilai dari banyaknya penindakan, tapi lebih pada pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat untuk bersikap jujur,” ujar Muhammad saat menjadi narasumber dalam sosialisasi tatap muka pengawasan pilkada di kantor gubernur Bangka Belitung, Pangkalpinang, Selasa (21/6/2016).

Menurut Muhammad, negara-negara lain tidak memiliki badan pengawas pemilu, karena kesadaran masyarakatnya dalam berdemokrasi sudah baik. Datang ke TPS misalnya, tidak berdasarkan hak, tetapi sudah menjadi kewajiban.

“Ambil contoh Australia, mereka tidak memiliki badan pengawas pemilu. Warga datang ke TPS karena diwajibkan pemerintah. Kalau tak hadir dengan alasan yang tak jelas akan dikenai denda 100 dollar Australia,” papar Muhammad di hadapan peserta sosialisasi yang terdiri dari PNS, panitia pengawas, LSM, ormas, pengurus partai politik dan mahasiswa.

Tidak melulu karena denda, umumnya warga di negara maju datang ke TPS karena kesadaran sendiri dalam menentukan pemimpin mereka.

Indonesia suatu waktu, kata Muhammad, bisa menyelenggarakan pemilu tanpa badan pengawas pemilu. Syaratnya, warga sudah terbangun kesadarannya untuk menentukan pilihan sesuai aturan hukum yang berlaku.  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau untuk pengawasan, tidak harus dilakukan Bawaslu. Tapi bisa dilakukan stakeholder dari masing-masing parpol, pemerintah dan semua elemen termasuk masyarakat umum,” paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.