Kompas.com - 02/06/2016, 15:54 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

MATARAM, KOMPAS.com — Aparat Polda Nusa Tenggara Barat menangkap SRP (44), warga negara Inggris, dan BRY (48), yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat.

"Korban anak usia 17 tahun dan masih berstatus sekolah (pelajar)," kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB Ajun Komisaris Besar Polisi I Putu Bagiartana, Kamis (2/6/2016).

Menurut Bagiartana, kasus paedofilia ini terungkap dari sebuah perangkat tablet yang diserahkan oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB kepada kepolisian.

Tablet itu ternyata berisi beberapa dokumen, gambar, foto, serta percakapan WhatsApp yang berbau cabul.

Polisi kemudian pengembangan temuan itu dan mengamankan A (17), remaja laki-laki asal Lombok Tengah, saat baru keluar dari sebuah hotel, Senin (30/4/2016). Dari tangan A, polisi menemukan sejumlah uang.

"Ternyata uang itu adalah hasil pemberian seseorang berinisial SRP (44), warga negara Inggris yang berprofesi sebagai instruktur diving," kata Bagiartana.

Kepada polisi, korban mengaku diberi uang oleh SRP setelah dicabuli di salah satu kamar hotel di kawasan Senggigi.

"Sehabis itu dilakukan perbuatan cabul, diberikan uang. Dari Rp 100.000, Rp 200.000, sampai yang terakhir Rp 700.000," kata Bagiartana.

Polisi kemudian menangkap SRP, yang sudah tinggal di Lombok selama lebih dari 10 tahun.

Polisi juga mengamankan BRY selaku penyedia tempat permainan biliar di kawasan pariwisata Senggigi. BRY ditangkap karena diduga turut serta dalam kasus ini.

Kepada polisi, pelaku mengaku sudah berulang kali melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Pelaku mengatakan lebih tertarik berhubungan dengan anak-anak daripada dengan lawan jenis sebayanya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan Pasal 76 e juncto Pasal 82 Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

"Kami sedang berupaya mendalami. Kepada korban-korban lain, silakan melaporkan untuk mendukung pembuktian kasus ini," kata Bagiartana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.