Pendaki Gunung Rinjani asal Palembang Tewas di Pemandian Air Panas

Kompas.com - 09/05/2016, 17:15 WIB
Pemandian air panas di Gunung Rinjani Dokumentasi TNGR/ KOMPAS.comPemandian air panas di Gunung Rinjani
|
EditorFarid Assifa

MATARAM, KOMPAS.com - Ika (26), pendaki asal Palembang, Sumatera Selatan, tewas saat berada di pemandian air panas Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Sudah dipastikan meninggal atas nama Ika dari Palembang. Lokasi TKP di pemandian air panas di sekitar Danau Segara Anak," kata Daniel Rosang, koordinator Perlindungan dan Pengamanan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Senin (9/5/2016).

Hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Ia menjelaskan, korban bersama empat temannya mulai mendaki Gunung Rinjani melalui jalur pendakian Sembalun.

Korban hilang pada Minggu (8/5/2016) pukul 17.30 Wita, di sekitar pemandian air panas yang berjarak 100 meter dari Danau Segara Anak.

Korban baru ditemukan hari ini sekitar pukul 10.15 Wita dalam keadaan meninggal dunia.

Daniel menjelaskan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Basarnas yang saat ini sedang menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah. Tim evakuasi berangkat melalui pintu pendakian Senaru dengan peralatan lengkap.

"Dari Basarnas lengkap standar peralatan mereka, termasuk tabung selam oksigen karena diperkirakan korban tenggelam di sekitar pemandian air panas tersebut," terang Daniel.

Jika menggunakan waktu tempuh normal, tim evakuasi diperkirakan sampai ke TKP sekitar pukul 19.00 Wita atau setelah menempuh sekitar 10 jam perjalanan. Tim evakuasi bersama korban diperkirakan tiba di Senaru sekitar Selasa dini hari.

Daniel menambahkan, selama ini pemandian air panas memang menjadi salah satu objek wisata di Gunung Rinjani. Biasanya, para pendaki berendam air panas untuk melepas penat setelah menempuh perjalanan jauh.

"Itu bukan daerah larangan di kawasan Rinjani, jadi siapapun pengunjung setelah mendirikan perkemahan di pinggiran danau bisa langsung ke lokasi pemandian itu. Jadi bukan daerah larangan untuk didatangi," terang Daniel.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, ia menyarankan kepada para pendaki untuk memperhatikan daya tahan tubuh dan istirahat terlebih dahulu sebelum menuju ke pemandian air panas.

"Kasih jeda tubuh beristirahat. Kalau sudah santai, aliran darah sudah enak. Kemudian metabolisme tubuh sudah kembali, baru bisa bersantai. Tidak langsung lah, karena masing-masing fisik pendaki berbeda," kata Daniel.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, proses evakuasi korban oleh tim Basarnas masih terus berlangsung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X