Sidak Pakai Sepeda Ontel, Wakil Bupati Trenggalek Temukan "Pungli" di Disdukcapil

Kompas.com - 21/04/2016, 18:03 WIB
Wakil Bupati Trenggalek Pada saat Melakukan Sidak Di Kantor Kecamatan Kota (21/04/2016) Slamet WidodoWakil Bupati Trenggalek Pada saat Melakukan Sidak Di Kantor Kecamatan Kota (21/04/2016)
|
EditorFarid Assifa

TRENGGALEK,KOMPAS.com - Wakil Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Muhammad Nur Arifin, Kamis siang (21/4/2016), melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah kantor pelayanan dengan menggunakan sepeda ontel.

Dalam sidaknya, wakil bupati menemukan laporan adanya praktik pungutan liar di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Trenggalek.

Berawal dari kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek, Nur Arifin melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai kantor pelayanan yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Dengan menggunakan jas putih serta sepeda ontel, wakil bupati termuda di Indonesia ini mengayuh sepeda diikuti oleh satuan Polisi Pamong Praja serta ajudan.

Salah satu sasaran sidak kali ini adalah kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Trenggalek. Setibanya di tempat ini, Nur Arifin langsung memasuki ruangan untuk melihat kinerja para pegawai.

Selesai meninjau ruangan serta fasilitas, Nur Arifin menemui dan menyalami sejumlah warga yang tengah mengantre untuk mengurus surat kependudukan. Wakil bupati kemudian berdialog dengan warga mengenai layanan di kantor ini.

“Apa kabar bu? Ibu lagi mengurus apa? Apakah ada kesulitan dalam proses pengurusan kartu keluarga maupun akta, Bu? Kalau ada, bilang saja sama saya, Bu. Tidak usah malu. Nanti saya tindaklanjuti dan evaluasi demi kemudahan dan kelancaran warga," tanya Nur Arifin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nur Arifin kemudian membuka kotak saran yang berada di depan kantor tersebut. Pria yang akrab dipanggil Gus Ipin ini kemudian membacakan surat dari kotak saran itu di hadapan warga yang mengantre dan kepala Disdukcapil.

“Kepada kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Kami sering melihat ada oknum pegawai catatan sipil membawa titipan berkas. Kemudian berkas dibawa ke dalam tanpa melalui antrean, dan langsung dilakukan entri oleh petugas, data kemudian langsung jadi. Padahal masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan harus antre berjam-jam."

Terkait laporan itu, Nur Arifin meminta kepala Disdukcapil Ekanto Malipurbowo untuk menindaklanjutinya.

“Kami minta kepala dinas segera menindaklanjuti dan mendisiplinkan pegawainya. Nanti hasil laporan diberikan ke saya (wakil bupati). Sebetulnya gampang untuk menertibkan pegawainya. Tinggal mencocokkan antara nomor antrean sama berkas yang masuk. Jika ada kelebihan, artinya memang ada yang bermain di situ," tanda dia.

Ekanto menyatakan pihaknya siap melaksanakan perintah wakil bupati. Jika diketahui ada oknum pegawai yang menjadi calo atau melakukan pungli akan ditindak tegas.

“Dengan adanya laporan warga melalui surat saran, kami akan melakukan penyelidikan langsung ke pegawai. Kalau memang benar ada seperti dalam laporan, maka kami akan menindak tegas oknum tersebut," ucap Ekanto.

Sebelumnya wakil bupati juga melakukan sidak ke sejumlah kantor pelayanan lainnya, yaitu kantor kecamatan kota, kantor Dinas Pendidikan, dan kantor pelayanan lainya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X