Kompas.com - 26/03/2016, 15:41 WIB
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Wica Milanti Ayuningtyas, seorang penerjun dalam acara Jogja Air Show (JAS), tewas setelah gagal mendarat di drop zone, Sabtu (27/03/2016) pukul sekitar pukul 08.15 WIB. 

Danlanud Adisutjipto Yogyakarta, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Imran Baidirus menyebutkan, Wica landing tepat di pecahan ombak sehingga tubuhnya tergulung ombak besar.

"Parasutnya sudah dilepas, itu sesuai prosedur landing di air. Tapi memang landing-nya tepat di pecahan ombak. Kita tahu ombak pantai selatan seperti apa," ucapnya.

Imran mengatakan, kondisi cuaca saat pelaksanaan Jogja Air Show (JAS) pada pagi hari tadi tergolong sangat layak untuk terjun.

KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Danlanud Adisutjipto Yogyakarta, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Imran Baidirus menyampaikan jika kondisi cuaca saat pelaksanaan Jogja Air Show (JAS) pada Sabtu (27/03/2016) sangat layak untuk terjun

Imran mengatakan, sebelum penerjunan semua telah dilakukan pengecekan. Kondisi cuaca mendukung, pesawat juga dalam kondisi baik. Bahkan kesiapan para penerjun juga dalam kondisi baik.

"Semua dicek, baik. Pesawat, cuaca dan penerjunan juga kondisinya baik siap terjun," tegasnya.

Hanya memang, lanjutnya, saat melakukan penetrasi ke bawah, Wica terpisah dari rombongan dan landing di laut sekitar 35 meter dari bibir pantai. 

"Para penerjun sudah dibekali pelatihan landing di air. Mbak Wica ini juga sudah melakukan prosedur landing di air, posisinya sekitar 35 meter dari bibir pantai," tandasnya.

(Baca juga: Seorang Penerjun di Jogja Air Show (JAS) Tewas Setelah Mendarat di Laut)

Namun, lanjutnya, Wica sudah melakukan prosedur pendaratan di air dengan benar. Momen pendaratan pecahan ombak yang membuat Wica akhirnya kritis. 

Imran menjelaskan, tim SAR yang berada di lokasi langsung melakukan proses penyelamatan begitu melihat kejadian tersebut.

Saat dievakusi, Wica masih dalam keadaan hidup. Namun, ketika tiba di rumah sakit, kondisinya semakin lemah.

"Saat di rumah sakit, kondisinya semakin menurun dan kita diberitahu jika (dia) meninggal dunia," pungkasnya.

Seperti diberitakan, seorang penerjun dalam acara Jogja Air Show (JAS), Wica Milanti Ayuningtyas (24), meninggal dunia setelah mendarat di laut, Sabtu (27/3/2016) sekitar pukul 08.15 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.