Ayah Siksa Anak dengan Pecahan Kaca, Tubuh Korban Dibuang ke Semak

Kompas.com - 15/03/2016, 13:26 WIB
Rian, korban penyiksaan ayahnya sendiri terbaring lemas di rumah sakit. TRIBUN PEKANBARU/ BUDI RAHMATRian, korban penyiksaan ayahnya sendiri terbaring lemas di rumah sakit.
EditorFarid Assifa
PEKANBARU, KOMPAS.com — Seorang ayah di Kabupaten Kampar, Riau, tega menganiaya anaknya pada bagian lehernya menggunakan pecahan kaca. Setelah dianiaya, korban kemudian dibuang ke semak-semak.

Korban bernama Rian Ahmad Riyanto berusia 11 tahun. Dia disiksa ayah kandungnya, Dedi (38), dan dibuang di semak-semak di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Minggu (13/3/2016).

Beruntung, korban masih hidup dan diselamatkan warga yang menemukannya di semak belukar.

Kepada warga, Rian mengaku baru saja mengalami tindak kekerasan dan akan dibunuh oleh ayah kandungnya. Dari pengakuan Rian, polisi kemudian mengejar pelaku.

Kapolsek Bukit Raya Kompol Ricky Ricardo melalui Kanitreskrim Polsek Bukit Raya Ipda Bahari Abdi, dikutip Tribun Pekanbaru, menjelaskan, tersangka Dedi sudah diamankan di Mapolsek Bukit Raya.

Tidak hanya Dedi, polisi juga menangkap seorang lelaki lainnya, Zulkifli (28), yang membantu pelaku membuang korban.

"Kami masih mendalami motif pelaku melakukan tindakan sadis tersebut. Pelaku masih dalam pemeriksaan," kata Abdi, Selasa (15/3/2016).

Menurut Abdi, pelaku memang berniat menghabisi nyawa anaknya.

Itu terlihat dari usahanya melukai leher korban kemudian membuangnya ke daerah Tapung, Kabupaten Kampar.

"Tersangka mengaku membuang korban, dibantu oleh rekannya. Dari pengakuan tersangka itu, kami juga ringkus rekan tersangka," kata Abdi.

Upaya pembunuhan tersebut dilakukan tersangka di rumahnya sendiri di Jalan Baru, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Helm Pink dan Sandal Jadi Petunjuk Identitas Mayat Perempuan Terbakar di Tumpukan Jerami

Helm Pink dan Sandal Jadi Petunjuk Identitas Mayat Perempuan Terbakar di Tumpukan Jerami

Regional
Ini Pengakuan Ayah yang Pukuli Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Ini Pengakuan Ayah yang Pukuli Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Regional
Kemarau Landa Aceh Utara, Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Kemarau Landa Aceh Utara, Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Regional
Kesal, Ayah Pukuli Wajah Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Kesal, Ayah Pukuli Wajah Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Regional
Belajar dari Kasus Pawang Ular Tewas Digigit King Kobra, Ahli: Itu Hewan Liar Berbahaya...

Belajar dari Kasus Pawang Ular Tewas Digigit King Kobra, Ahli: Itu Hewan Liar Berbahaya...

Regional
Penderita Antraks di Gunungkidul Capai 30 Orang

Penderita Antraks di Gunungkidul Capai 30 Orang

Regional
Kekasih Akan Menikah dengan Pacar Baru, Pria Ini Upload Foto dan Video Syur ke Facebook

Kekasih Akan Menikah dengan Pacar Baru, Pria Ini Upload Foto dan Video Syur ke Facebook

Regional
BKSDA Palu Gelar Sayembara untuk Bebaskan Buaya Berkalung Ban Bekas

BKSDA Palu Gelar Sayembara untuk Bebaskan Buaya Berkalung Ban Bekas

Regional
6 Warga China yang Terdampar di Rote Ndao Negatif Virus Corona

6 Warga China yang Terdampar di Rote Ndao Negatif Virus Corona

Regional
Fakta Baru Perkelahian yang Tewaskan 2 Pemuda, Bermula dari Perselisihan di Arena Balapan Liar

Fakta Baru Perkelahian yang Tewaskan 2 Pemuda, Bermula dari Perselisihan di Arena Balapan Liar

Regional
6 Warga China yang Mengapung di Rote Ndao Sempat Dihadang Tentara Australia

6 Warga China yang Mengapung di Rote Ndao Sempat Dihadang Tentara Australia

Regional
Demi Muluskan Aksi Tipu, Pria yang Ngaku Pegawai BPS Janjikan Korbannya Lolos PNS

Demi Muluskan Aksi Tipu, Pria yang Ngaku Pegawai BPS Janjikan Korbannya Lolos PNS

Regional
4 Tahun Diculik, Pria Paruh Baya di Cianjur Cabuli Korban Belasan Kali

4 Tahun Diculik, Pria Paruh Baya di Cianjur Cabuli Korban Belasan Kali

Regional
Curi Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu, 4 Porter Lion Air Diamankan

Curi Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu, 4 Porter Lion Air Diamankan

Regional
Orangtua Mahasiswi Unesa di Wuhan Sebut Anaknya Ingin Cepat Dievakuasi

Orangtua Mahasiswi Unesa di Wuhan Sebut Anaknya Ingin Cepat Dievakuasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X