Ambil Alih Bandara Kertajati, Pusat Gelontorkan Rp 2,1 Triliun

Kompas.com - 18/01/2016, 18:11 WIB
KOMPAS/RINI KUSTIASIH Lokasi pembangunan bandara di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
|
EditorErvan Hardoko
BANDUNG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memastikan pemerintah pusat mengambil alih pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Kertajati di Majalengka.

“Kebutuhannya Rp 2,1 triliun untuk pembangunan sisi darat dan sisi udara Rp 1,6 triliun. Semua akan dibiayai pusat,” kata Aher, sapaan Ahmad Heryawan, di Gedung Sate Bandung, Senin (18/1/2016).

Dengan pengambilalihan ini, Pemprov Jabar harus mengikuti proses tender yang dilakukan pemerintah pusat jika ingin terlibat dalam mengelola bandara.

“PT BIJB akan diarahkan dua hal. Pertama ikut serta dalam pengelolaan bandara setelah selesai dibangun. PT BIJB nanti kerja sama dengan perusahaan lain, mungkin dengan AP II. Saham pengelola bisa 20 persen atau 25 persen,” imbuhnya.


Aher memastikan, rencana lelang investasi yang akan dilakukan PT BIJB untuk memilih investor BIJB Kertajati.

Sebab saat ini, Kertajati tidak butuh lagi investasi. Seluruh kebutuhan pembangunan sisi darat ditanggung APBN.

Itulah sebabnya, peserta lelang yang sudah terdaftar akan diarahkan menjadi investor pengelolaan kawasan aerocity di sekitar kawasan BIJB Kertajati.

Meski demikian, dia berharap pemerintah pusat memberi kesempatan untuk Pemprov Jabar agar turut serta dalam pengelolaan BIJB Kertajati.

"Ya sudahlah saham pengelolaannya bisa 20 persen, bisa 25 persen. Sudah bagus, yang penting ada unsur Jabarnya," katanya.

Selain berharap bisa dilibatkan pada pengelolaan BIJB Kertajati, Aher fokus pada pengelolaan kawasan aerocity di sekitar bandara tersebut.

Adapun dana Rp 500 miliar yang sudah dikeluarkan Pemprov Jabar akan diganti Kementerian Perhubungan.

Pemprov, sambung Heryawan, berkewajiban membebaskan lahan seluas 800 hektar. Untuk pembebasan ini dana yang akan dikeluarkan sekitar Rp 200 miliar pada 2016.

“Untuk berapa hektarnya saya tidak tahu karena harga tanahnya naik. Dulu pembebasan lahan hanya Rp 25.000-45.000,” kata dia.

BIJB akan berdiri di atas lahan seluas 1.800 hektar. Saat ini, lahan yang sudah dibebaskan seluas 1.000 hektare. Bandara ini ditargetkan selesai dibangun pada November 2017.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

Regional
Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Regional
Sirkulasi 'Eddy' Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Sirkulasi "Eddy" Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Regional
50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

Regional
Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Regional
Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Regional
Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Regional
Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Regional
Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Regional
Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Regional
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Regional
2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Regional
Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X