"Tolak Pengeboran Lapindo, Negara Jangan Lakukan Pembiaran"

Kompas.com - 08/01/2016, 12:05 WIB
Warga menanam padi tidak jauh dari sumur gas Lapindo Brantas di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (6/1). Lapindo Brantas akan kembali melakukan pengeboran gas di sumur itu. Kapasitas pengeboran gas mencapai 10 MMSCFD. KOMPAS/Bahana Patria GuptaWarga menanam padi tidak jauh dari sumur gas Lapindo Brantas di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (6/1). Lapindo Brantas akan kembali melakukan pengeboran gas di sumur itu. Kapasitas pengeboran gas mencapai 10 MMSCFD.
|
EditorGlori K. Wadrianto
SURABAYA, KOMPAS.com - Rencana pengeboran minyak oleh Lapindo Brantas Inc di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Maret 2016 mendatang layak untuk ditolak.

Alasannya, Pemerintah belum bisa menjamin bahwa aktivitas tersebut aman bagi warga di sekitarnya. Pandangan ini diungkapkan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur, Ony Mahardika, Jumat (8/1/2016).

Bahkan, Ony menuding Pemerintah melakukan pembiaran terhadap nasib warga di sekitar lokasi pengeboran, jika aktivitas itu tetap dilaksanakan. 

"Hingga sekarang, tidak ada satu pun mekanisme yang memastikan aset-aset sosial rakyat dan lingkungannya aman, atau dipastikan bisa segera dipulihkan jika terjadi bencana akibat kecelakaan pengeboran migas," ujar Ony.


Di Indonesia, sambung Ony, pertambangan migas di kawasan padat huni adalah problem besar. Bahkan di Jawa Timur, telah terbukti membawa kerusakan lingkungan maupun sosial.

"Tidak hanya di Kecamatan Porong Sidoarjo, ledakan sumur migas Sukowati 5 di Bojonegoro tercatat juga mengakibatkan sedikitnya 148 orang dirawat di rumah sakit dan ribuan lainnya mengungsi," tambah dia.

Pemerintah, menurut dia, harusnya memiliki konsep prinsip keselamatan pengeboran di wilayah padat huni.

"Jika tidak, lebih baik ditolak saja pengeboran Lapindo yang kedua itu. Bagaimana mungkin Negara membiarkan perusahaan yang telah menyebabkan kehancuran serupa beroperasi kembali tanpa memiliki konsep keselamatan," ujar Ony.

Seperti yang diberitakan, Lapindo Brantas Inc saat ini tengah mempersiapkan pengeboran di dua sumur yang lokasinya hanya dua kilometer dari pusat semburan lumpur di Kecamatan Porong, Sidoarjo. 

Targetnya, dua sumur baru tersebut menghasilkan gas masing-masing 5 MMSCFD (million standard cubic feet per day) atau juta standar kaki kubik per hari.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Regional
Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Regional
Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Regional
Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Regional
Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Regional
KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

Regional
Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Regional
Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul 'Traffic Cone' Sebelum Tewas

Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul "Traffic Cone" Sebelum Tewas

Regional
Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Regional
Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Regional
'Naik Kelas' Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

"Naik Kelas" Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

Regional
Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Regional
Karhutla Mendekati Perumahan di Kubu Raya, Warga Pilih Mengungsi

Karhutla Mendekati Perumahan di Kubu Raya, Warga Pilih Mengungsi

Regional
Begini Kondisi 4 Bayi Kembar Perempuan yang Baru Lahir di Banyumas

Begini Kondisi 4 Bayi Kembar Perempuan yang Baru Lahir di Banyumas

Regional
Pelajar yang Hamil 5 Bulan karena Diperkosa 6 Buruh Pilih Putus Sekolah

Pelajar yang Hamil 5 Bulan karena Diperkosa 6 Buruh Pilih Putus Sekolah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X