Kompas.com - 20/12/2015, 14:47 WIB
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani saat berbicara dalam peringatan hari ibu dan HKSN di Kota Kupang, NTT, Minggu (20/12/2015) Kompas.com/Sigiranus Marutho BereMenteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani saat berbicara dalam peringatan hari ibu dan HKSN di Kota Kupang, NTT, Minggu (20/12/2015)
|
EditorFarid Assifa
KUPANG, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani berharap perempuan Indonensia bisa lebih aktif di dunia politik.

Hal itu disampaikan Puan kepada sejumlah wartawan seusai menghadiri acara peringatan hari Kesetiakawanan Sosial Nasional dan hari ibu di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (20/12/2015).

Menurut Puan, keterlibatan perempuan dalam dunia politik sangatlah penting, sehingga perempuan bisa membangun bangsa dan negara bersama laki-laki yang dilakukan secara gotong-royong.

“Saya berharap kegiatan hari ibu dan HKSN, bisa membawa kebaikan dan kesejahteraan lebih baik bagi perempuan dan anak sekarang ini, dan program-program yang ada dilakukan untuk bisa membuat semua perempuan dan anak di NTT khususnya, bisa lebih berdaya kemudian aktif di dunia politik dan tentu saja mempunyai pendidikan yang cukup untuk bekerja membangun NTT,” kata Puan.

Namun kendala yang dihadapi, lanjut Puan, adalah belum meratanya kesempatan bagi perempuan dan anak untuk bisa melakukan semua kegiatan karena keterbatasan yang ada.

“Contohnya adalah bagaimana kemudian mereka ini semua belum bisa bersekolah. Bagaimana perlindungan kepada semua perempuan dan anak itu memang harus bersama-sama dilakukan dengan lelakinya,” kata Puan.

Puan mengatakan, sudah ada komitmen yang dinyatakan oleh empat provinsi yang akan mempromosikan dan menyosialisasikan serta mendukung program perlindungan perempuan dan anak. Empat provinsi tersebut yakni NTT, Jawa Timur, Bali dan Kalimantan Tengah.

“Tentu saja saya apresiasi dan hal ini tentu saja kita harapkan akan diikuti oleh semua provinsi yang lain,” terangnya.

Menurut Puan, semua gubernur, bupati dan wali kota, akan melindungi perempuan dan anak di wilayahnya masing-masing, dan kemudian juga bisa membantu membuat mereka lebih bisa aktif dan mempunyai daya saing serta mendapatkan pendidikan setara dengan laki-laki.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X