Kompas.com - 09/11/2015, 17:56 WIB
Satu pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara mendarat di Bandar Udara Juwata, Kota Tarakan, Kalimantan Timur, Minggu (26/4/2009). Dari kota ini menuju perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik dapat ditempuh dengan perahu cepat sekitar empat jam. Akhir-akhir ini sejumlah pesawat tempur disiagakan di Tarakan untuk mendukung patroli pengamanan perbatasan di wilayah perairan Ambalat. KOMPAS/AMBROSIUS HARTOSatu pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara mendarat di Bandar Udara Juwata, Kota Tarakan, Kalimantan Timur, Minggu (26/4/2009). Dari kota ini menuju perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik dapat ditempuh dengan perahu cepat sekitar empat jam. Akhir-akhir ini sejumlah pesawat tempur disiagakan di Tarakan untuk mendukung patroli pengamanan perbatasan di wilayah perairan Ambalat.
EditorCaroline Damanik
TARAKAN, KOMPAS.com — Pesawat kecil Cessna bernomor lambung N96706 yang diturunkan paksa oleh TNI AU di Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (9/11/2015), dikemudikan oleh pilot Letkol James Patrick Murphy.

Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman Kolonel Inf Andi Gunawan mengatakan, sang pilot yang merupakan anggota dari Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy Reserve) itu sedang cuti.

Dia terbang dari Hawaii ke Filipina, dan berencana ke Singapura, tetapi melanggar batas wilayah udara Indonesia sehingga tertangkap oleh radar.

Andi menyebutkan, operasi dilakukan oleh dua pesawat Sukhoi TNI AU dari Kohanudnas Skuadron Makassar dengan Pilot Mayor Pnb Anton Pallaguna dan Mayor Pnb Baskoro.

"Info terakhir, kegiatan penyelidikan dari pihak Pangkalan TNI AU Tarakan sudah selesai dilaksanakan. Tinggal tunggu hasil koordinasi tentang keputusan dari Kementerian Luar Negeri RI, apakah izin terbang yang bersangkutan tersebut diubah atau tidak," kata Andi.

Pesawat asing yang diawaki satu orang tersebut sebelumnya melintas di wilayah perbatasan udara Indonesia-Malaysia-Filipina, dan terpantau pada radar TNI-AU.

"Selanjutnya, pilot pesawat asing tersebut masih berada di ruang BO AirNav Bandara Juwata, Tarakan, untuk diinterogasi secara tertutup oleh pihak Pangkalan TNI AU Tarakan," kata Andi.

Dia menambahkan, saat ini, di Tarakan tidak ada pesawat tempur yang standby. Yang ada hanya Satuan Radar 225 TNI.

"Namun jika operasi pantau udara lewat radar kita tersebut menangkap sinyal pesawat lewat tanpa kode atau identitas, maka itu dianggap sebagai pelanggaran wilayah udara suatu negara," kata Andi.

Obyek terbang tanpa identifikasi tersebut oleh Satuan Radar 225 Tarakan langsung dilaporkan ke Markas Kosek Hanudnas di Makassar.

"Selanjutnya, pesawat dari Makassar langsung melakukan pengejaran pesawat dari skuadron tempur dari Makassar, dan yang ditangkap adalah pesawat sipil," kata Andi.

Kompas TV Pesawat Sukhoi Paksa Turun Penyusup di Tarakan



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X