Pulang dari "Konperensi", Presiden Paguyuban Asep Dunia Dipalak "Bobotoh"

Kompas.com - 26/10/2015, 12:13 WIB
Ratusan bobotoh dari arah Priangan Timur terus memasuki wilayah Kota Bandung sejak pukul 10.00 WIB. Bobotoh yang terbagi dalam beberapa rombongan besar sempat menghalangi jalan, sehingga menimbulkan kemacetan panjang, Minggu (25/10/2015). KOMPAS.com/Reni SusantiRatusan bobotoh dari arah Priangan Timur terus memasuki wilayah Kota Bandung sejak pukul 10.00 WIB. Bobotoh yang terbagi dalam beberapa rombongan besar sempat menghalangi jalan, sehingga menimbulkan kemacetan panjang, Minggu (25/10/2015).
|
EditorCaroline Damanik
BANDUNG, KOMPAS.com — Arak-arakan pemain Persib yang berlangsung pada Minggu (25/10/2015) dikeluhkan sejumlah warga. Bahkan, kirab tersebut diwarnai aksi pemalakan oleh sejumlah bobotoh.

Presiden Paguyuban Asep Dunia (PAD) Asep Kambali turut menjadi korban. Peristiwa itu terjadi ketika Asep pulang dari Konperensi Asep Asep (KAA). Saat hendak pulang ke kediamannya di Margahayu Raya, Kota Bandung, Asep yang menggunakan mobil dengan berpelat nomor B dicegat belasan anak baru gede (ABG) tanggung di kawasan Cikutra.

Hal itu membuat Asep beserta orangtuanya kaget. Dengan mengetuk kaca jendela, anak tersebut meminta sejumlah uang dengan ancaman akan merusak mobil Asep jika tak diberi uang.

"Mungkin nilai uang tidak seberapa, tapi recovery psikologis kedua orangtua saya tidak mungkin cepat pulih," kata Asep.


Dia mengaku bahwa kejadian itu memberikan pengalaman yang menegangkan sekaligus menakutkan.

Asep yang juga dikenal sebagai sejarawan itu berharap kejadian serupa tak terulang di Kota Bandung.

"Kang Emil kumaha ieu teh (Kang Emil/Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bagaimana ini)?" keluhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Regional
Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Regional
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Regional
Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Regional
4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

Regional
[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

Regional
Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Regional
Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Regional
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Regional
Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Regional
Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Regional
Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Regional
Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Regional
Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X