Kompas.com - 28/09/2015, 17:50 WIB
Asmono alias Jono, tersangka pembunuhan tengah diperiksa penyidik Polres Kendari KOMPAS.COM/ KIKI ANDI PATIAsmono alias Jono, tersangka pembunuhan tengah diperiksa penyidik Polres Kendari
|
EditorErvan Hardoko

KENDARI, KOMPAS.com - Merasa tegurannya tak diindahkan, Asmono alias Jono (23) warga jalan Ilmiah, Kelurahan Wua-Wua, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menikam Dedy Pranomo (20) seorang mahasiswa semester V Universitas Haluoleo, Kendari, hingga tewas.

Kejadian tragis itu berawal, saat Dedy warga Desa Boro-Boro, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) tengah ngobrol dengan pacarnya memakai bahasa lokal Kendari (Tolaki) di kamar kos temannya di Jalan Konosara, komplek Pasar Panjang, Kendari, Senin (28/9/2015) dini hari. Merasa terganggu dengan obrolan keduanya, Asmono kemudian menegur Dedy.

"Saya tegur mereka dua kali, tapi (mereka) tetap pakai bahasa daerah, kami bertengkar. Kemudian kami sama-sama mencari parang, saya kebetulan liat badik di rak sepatu kamar kos teman langsung saya tikam dia (Dedy-red)," kata Jono saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Kendari, Senin.

Pria yang sehari-hari sebagai pekerja pembuat sumur bor itu, menikam korban sebanyak empat kali di bagian perut dan dadanya. Melihat korban terkapar, tersangka lalu membawa Dedy ke rumah sakit Bhayangkara Kendari dengan menggunakan motor dibantu rekannya bernama Ilang.

"Setelah dia jatuh saya sempat pegang hidungnya, tapi tidak nafas. Langsung saya bilang sama anak kos, siapa saja yang mau bantu kita bawa ke rumah sakit," lanjutnya.

Kasatreskrim Polres Kendari, AKP Sendi Antoni mengatakan, polisi kini masih mendalami motif kejadian itu. "Kejadian Senin sekitar pukul 02.00 wita, setelah itu kami langsung mengamankan tersangka. Saat ini kami masih meminta keterangan tersangka dan pacar korban, badik yang digunakan tersangka kita sita sebagai barang bukti," kata Sendi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sendi melanjutkan, pihaknya juga menerima laporan penganiayaan yang dilakukan Asmono terhadap tetangganya pada 18 September 2015 lalu. "Tersangka juga pernah menganiaya tetangganya hingga tangganya nyaris putus. Kejadiannya itu di Jalan Ilmiah, rumah tersangka," imbuhnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.