Rumah Tak Terawat Itu Milik Ganjar Pranowo

Kompas.com - 26/09/2015, 15:10 WIB
Rumah ini milik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dibeli di masa awal pernikahannya dengan Siti Atiqoh tahun 1999 lalu. Rumah tersebut sudah rusak dan tidak terawat, padahal dibeli secara mengangsur selama lima tahun. KOMPAS.com/NAZAR NURDINRumah ini milik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dibeli di masa awal pernikahannya dengan Siti Atiqoh tahun 1999 lalu. Rumah tersebut sudah rusak dan tidak terawat, padahal dibeli secara mengangsur selama lima tahun.
|
EditorCaroline Damanik
SEMARANG, KOMPAS.com – Sebuah rumah kecil yang tak terawat di sebuah perumahan di Purbalingga menjadi saksi perjalanan hidup Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Jauh sebelum menjadi gubernur, bahkan sebelum menjadi anggota dewan, rumah tipe 21 itu dibelinya secara secara susah payah melalui jasa kredit bersama istrinya, Siti Atiqoh.

Rumah yang berada di Jalan Gatot Kaca II, Kompleks Perumahan Abdi Negara Permai, Desa Bojanegara, Kecamatan Padamaran, Kabupaten Purbalingga, itu kini dalam kondisi rusak parah. Bangunannya sudah tidak lagi berbentuk. Cat mengelupas. Atap hingga seisi rumah sudah mulai roboh.

Isi rumah dalam kondisi yang berantakan. Bahkan halaman depan rumah tak terawat itu digunakan para tetangganya untuk beternak ayam dan menjemur pakaian. Kondisi rumah milik Ganjar dengan rumah lainnya sudah sangat kontras lantaran tidak terawat.

“Ya benar, itu rumahnya Pak Ganjar. Tapi dulu sebelum jadi anggota dewan. Tapi sekarang kondisinya sudah jelek,” ujar warga Desa Bojanegara, Retno, kepada Kompas.com, Jumat kemarin.

Menurut Retno, dulu rumah yang kini tak terawat itu sempat diperbaiki. Namun, karena tak kunjung ditempati, bangunan rehab yang dilakukan menjadi rusak. Karena tak ada yang menempati, rumah tersebut terkadang menjadi tempat pembuangan sampah.

“Warga di sini aslinya pengin beli rumahnya Pak Ganjar. Tapi Bapaknya enggak mau, katanya rumah kenangan,” tambah Retno.

Warga lainnya, Slamet, menuturkan, rumah tipe 21 tersebut dibeli, tetapi belum sempat ditempati oleh Ganjar. Rumah yang ada kemudian diurus oleh kakak ipar Ganjar.

“Iya itu rumahnya Pak Ganjar. Tahun berapa, saya lupa. Pokoknya sudah lama banget belinya,” imbuh Slamet.

Saat dikonfirmasi terkait rumah itu, Ganjar mengiyakan. Rumah yang tak terawat tersebut merupakan rumah yang dibelinya ketika masa-masa awal pernikahan. Ganjar sendiri menyempatkan diri melihat rumah masa lalunya tersebut, Jumat.

Rumah itu dibeli dengan cara over-credit dari salah satu pegawai Pemkab Purbalingga tahun 1999. Sebelum mengecek rumah, ia juga menyempatkan diri bertemu dengan para tetangga dan shalat di Masjid Nurul Hikmah, masjid di perumahan tersebut.

“Saya ini ke sini pengin lihat. Itu omahku ijek pora ya (rumahku masih ada atau tidak). Kayae (kayaknya) masih ya, tapi isine kabeh tikus ya,” kata Ganjar menyapa warga setempat.

Rumah itu ternyata masih berdiri. Ganjar belum mempunyai rencana terkait rumah tersebut. Namun, dia berceloteh ingin membeli rumah yang ada di sampingnya agar nantinya bisa menjadi orang Purbalingga.

“Belum tahu mau diapakan. Dulu pas beli itu kami susah banget. Kami harus irit, karena angsurannya tinggi,” ungkap pria berambut putih tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X