Kebakaran Hutan, Pemerintah Harus Lakukan Audit Kepatuhan

Kompas.com - 13/09/2015, 12:38 WIB
Petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 5 September 2015. Kebakaran hutan disebabkan oleh pembersihan lahan secara ilegal di Sumatera dan kalimantan. AP PHOTOPetugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 5 September 2015. Kebakaran hutan disebabkan oleh pembersihan lahan secara ilegal di Sumatera dan kalimantan.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BOGOR, KOMPAS.com - Guru Besar Bidang Kebakaran Hutan dan Lingkungan Hidup Institut Pertanian Bogor (IPB) Bambang Hero Saharjo menilai, seharusnya Pemerintah melakukan audit kepatuhan kepada perusahaan-perusahaan. Hal itu perlu dilakukan sebagai upaya memberikan efek jera bagi perusahaan yang melakukan tindakan pembakaran hutan.

"Beberapa waktu lalu, IPB bekerjasama dengan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4)  melakukan audit terhadap 15 perusahaan di Riau. Ternyata, tidak satu pun perusahaan yang menepati janjinya untuk membuat early warning system ataupun early detection system setelah mendapatkan izin pembukaan lahan. Tidak sampai 50 persen mereka memenuhi janjinya yang ditulis saat mendapatkan izin dari Pemerintah,” ungkap Bambang, dalam siaran pers Minggu (13/9/2015).

Misalnya, dalam izin tertulis, mereka (perusahaan, red) menulis akan membuat menara kebakaran untuk memantau pembukaan lahan. Namun, kenyataannya mereka tak melakukan itu, sehingga ketika terjadi kebakaran tidak dapat melakukan pengendalian.

Begitu pun dalam kegiatan patroli pembukaan lahan, perusahaan tidak menyiapkan sumber daya manusia yang memadai. Akibatnya, kebakaran hutan seolah dibiarkan saja tanpa ada pencegahan.

Audit kepatuhan Pemerintah, lanjutnya, dapat dijadikan bahan evaluasi dan referensi terhadap perusahaan yang mangkir terhadap janjinya. Penegakan hukum ini tidak hanya tindak pidana saja, namun juga harus multi door meliputi kasus korupsi, pencucian uang, tata ruang, dan sebagainya.

"Pemerintah daerah dan pusat hendaknya lebih selektif memberikan izin pembukaan lahan untuk perkebunan sawit. Jangan sampai kita kecolongan dan tidak bisa berbuat apa-apa kala kebakaran hutan sudah meluas, seperti yang terjadi saat ini. Pemerintah daerah tidak berbuat apa-apa atau cenderung membiarkan kebakaran yang melanda di daerahnya,” kata Bambang.

Terkait kebakaran hutan yang terjadi di pulau Sumatera, khususnya Provinsi Riau, dia mengimbau perlunya kerjasama dari semua pihak baik pemerintah daerah, pusat, Tentara Nasional Indonesia (TNI), kepolisian, perusahaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun perguruan tinggi.

“Khusus pemerintah provinsi hendaknya melakukan berbagai upaya pengendalian kebakaran secara optimal dengan mengerahkan sumber daya yang ada di wilayahnya,” tegas dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan IPB siap membantu dari aspek pencegahan, pengendalian dan penanganan pasca kebakaran. Pencegahan dan pengendalian kebakaran dapat dilakukan dengan membuat desain pembukaan lahan tanpa kebakaran, contohnya seperti sistem monitoring dan ground check.

Ground check bermanfaat untuk memantau hotspot atau titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Di lokasi titik api tadi, perusahaan tidak boleh melakukan pembakaran lahan dan melakukan treatment khusus.

“IPB juga dapat memberikan berbagai pelatihan terkait penanganan pasca kebakaran misalnya pengelolaan lahan, pembuatan kompos, briket arang, pembangkit listrik dari media log bekas kebakaran dan lain-lain,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

Regional
Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Regional
ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

Regional
Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Regional
Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Regional
Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

Regional
Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

Regional
Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Regional
Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Regional
Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X