4,8 Kg Sabu dan 19.000 Ekstasi Dibawa Pakai Innova ke Perbatasan Entikong

Kompas.com - 27/08/2015, 12:26 WIB
TE, tersangka pembawa narkoba jenis sabu seberat 4.8 kilo dan 19 ribu butir ekstasi saat dihadirkan  dalam jumpa pers di KPPBC Entikong, Kalbar (27/6/2015) Kompas.com/ Yohanes Kurnia IrawanTE, tersangka pembawa narkoba jenis sabu seberat 4.8 kilo dan 19 ribu butir ekstasi saat dihadirkan dalam jumpa pers di KPPBC Entikong, Kalbar (27/6/2015)
|
EditorGlori K. Wadrianto
PONTIANAK, KOMPAS.com - Penggagalan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 4,8 kilogram dan 19.000 butir pil ekstasi di perbatasan Entikong, berawal dari pemeriksaan kendaraan yang dikemudikan TE di Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong.

Saat diperiksa, di mobil Kijang Innova dengan nomor polisi KB 1727 RR membawa satu karung putih dan kantong plastik yang berisi kotak elektronik.

Kepala KPPBC Entikong, Tjertja Karya Adil, mengungkapkan, modus yang digunakan TE dengan cara menyamarkan sabu dengan barang belanjaan dan disembunyikan dalam mobil tersebut.

"Waktu diperiksa secara manual, karung tersebut diperiksa dan petugas mencurigai adanya narkoba yang disamakan dengan barang belanjaannya" kata Tjertja, Kamis (27/8/2018).

Kepala Polsek Entikong AKP Agus DC menjelaskan, berdasarkan hasil pengembangan sementara, barang tersebut rencananya akan dikirim ke Pontianak kepada seseorang berinisial B.

Dari tangan B, barang tersebut rencananya akan diteruskan kepada In. "In ini yang mengendalikan B dan TE dalam peredaran narkoba tersebut," ujar Agus.

Tersangaka saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan pengungkapan sindikat internasional di Mapolsek Entikong yang selanjutnya akan dilimpahkan ke Polres Sanggau.

Penggagalan penyelundupan narkoba tersebut terjadi berkat kerjasama Customs Narcotic Team, Kepolisian, BNN dan aparat lain di perbatasan. Atas perbuatannya tersebut, tersangka TE terancam hukuman penjara seumur hidup hingga hukuman mati.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
Tim Gugus Tugas Covid-19 Awasi Ratusan TKI yang Pulang Kampung ke Sulsel

Tim Gugus Tugas Covid-19 Awasi Ratusan TKI yang Pulang Kampung ke Sulsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X