Kompas.com - 12/08/2015, 10:34 WIB
Buruh berdemonstrasi pada peringatan Hari Buruh Internasional di depan Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jumat (1/5/2015). Aksi ini diikuti oleh ribuan buruh yang berasal dari Jabodetabek. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESBuruh berdemonstrasi pada peringatan Hari Buruh Internasional di depan Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jumat (1/5/2015). Aksi ini diikuti oleh ribuan buruh yang berasal dari Jabodetabek.
|
EditorGlori K. Wadrianto

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat Dedy Widjaja mengatakan, ada sekitar 5.000 pekerja di Karawang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ribuan pekerja tersebut berasal dari beberapa sektor, terutama otomotif.

"Laporannya, di Cimahi ada sekitar 850 pegawai yang PHK. Lalu di Karawang ada 5.000 orang yang dipecat. Belum daerah-daerah lainnya," ujar Dedy, Rabu (12/8/2015).

Dedy menjelaskan, saat ini banyak perusahaan yang mengurangi jam kerja, pemutusan kontrak, hingga PHK. Kondisi ini disebabkan rendahnya angka penjualan akibat menurunnya daya beli masyarakat, seiring dengan perlambatan ekonomi.

"Pemerintah harus segera memperbaiki ekonomi. Jika tidak segera diperbaiki, sebelum pembicaraan UMK tahun depan akan terjadi pemecatan besar-besaran," imbuh dia.

Dedy mengungkapkan, data resmi jumlah pegawai yang dipecat baru akan terlihat dalam laporan semester atau tahunan BPJS Ketenagakerjaan. Selama ini, pengusaha memang bersikap diam terkait pemutusan kontrak atau pemecatan. Menurut Dedy, mereka khawatir akan berimbas pada kepercayaan supplier, konsumen, dan perbankan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk memperbaiki keadaan adalah dengan mempercepat penyerapan APBD/APBN untuk infrastruktur.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Karawang Ahmad Suroto mengaku belum menerima laporan tentang ribuan pegawai yang terkena PHK. Informasi yang dia terima, PHK terjadi di PT Antotex, jumlahnya kurang dari 200 orang. Lalu, PT DNP dan PT Royal Standar. "Untuk PT DNP dan PT Royal Standar belum ada putusan," ujar Ahmad Suroto.

Demi mengantisipasi semua persoalan ketenagakerjaan, dia mengaku menyelesaikan lewat media perselisihan bipatrit. Sedangkan, untuk korban PHK, pihaknya menggelar pelatihan kewirausahaan. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X