Telat 7 Menit, Pasangan Zamrud di Mataram Minta Waktu hingga Tengah Malam

Kompas.com - 11/08/2015, 21:39 WIB
Pasangan Zabur dan Mahmud (Zamrud). KOMPAS.com/ Karnia SeptiaPasangan Zabur dan Mahmud (Zamrud).
|
EditorBayu Galih

MATARAM, KOMPAS.com - Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, Zabur dan Mahmud (Zamrud) yang terlambat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram, meminta perpanjangan waktu pendaftaran pilkada hingga pukul 00.00 Wita, Selasa (11/8/2015) hari ini.

"Saya minta tolong kepada pihak KPU kota untuk komunikasi ke KPU pusat dan Bawaslu. Saya minta perpanjangan pendaftaran sampai jam 00.00 Wita," kata Zabur.

Zabur menjelaskan, keterlambatannya mendaftar ke kantor KPU Mataram disebabkan karena masalah transportasi. Sebab, pesawat yang ia tumpangi dari Jakarta mengalami keterlambatan selama 15 menit.

"Menurut KPU kita terlambat, tapi kita menghargai itu karena ini berdasarkan undang-undang," kata Zabur.

Zabur mengaku mendapatkan rekomendasi untuk maju dalam Pilkada Kota Mataram, dari pengurus partai pusat. Menurut dia, pasangan Zamrud diusung oleh tiga partai politik, yaitu, Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrat.

Zabur yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Gerindra Provinsi NTB, menggandeng Mahmud, Ketua Dewan Koperasi Wilayah NTB, sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Mataram. Namun karena terlambat 7 menit, KPU Kota Mataram menolak pendaftaran pasangan calon tersebut.

Terkait permintaan perpanjangan waktu ini, Ketua Divisi Pencegahan dan Hubungan Kelembagaan Panwaslu Kota Mataram Ruslan menilai hal tersebut sah-sah saja, jika ada keputusan dari KPU pusat untuk melakukan perpanjangan pendaftaran pilkada kembali.

"Kalau memang ada keputusan dari KPU pusat untuk melakukan perpanjangan kembali, saya kira sah-sah saja. Asal jangan melampaui 10 hari karena sudah diatur dalam undang-undang," kata Ruslan.

Ia menambahkan, sampai dengan hari ini KPU baru melakukan perpanjangan pendaftaran selama 6 hari. Sementara jika merujuk pada Undang -undang Nomor 8 tahun 2015 dan PKPU, KPU memiliki waktu 10 hari untuk memperpanjangan pendaftaran.

"Bukan hanya jam 00.00 masih ada ruangnya empat hari sebenarnya. Kalau kita kembali pada Undang-undang 8 itu, 10 hari diberikan waktu. Sementara ini KPU baru melakukan perpanjangan enam hari. Kalau ada keputusan KPU lalu memperpanjang masa pendaftaran, saya kira bisa saja besok atau lusa," kata Ruslan.

Kota Mataram merupakan satu dari empat daerah yang masih memiliki calon tunggal, bersama Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat; Kabupaten Blitar di Jawa Timur, serta Kabupaten Timor Tengah Utara di Nusa Tenggara Timur (NTT). KPU telah menutup masa pendaftaran, sehingga empat daerah dipastikan memiliki calon kurang dari dua pasang. (Baca: Empat Daerah Dipastikan Hanya Miliki Satu Pendaftar Calon Kepala Daerah)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Regional
Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Regional
Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X