Daftar Jadi Lawan Risma, Pasangan Ini Cuma Bawa SKTM

Kompas.com - 11/08/2015, 16:53 WIB
Pasangan perorangan Yoyok-Suryani dikawal pendukungnya. KOMPAS.com/Achmad FaizalPasangan perorangan Yoyok-Suryani dikawal pendukungnya.
|
EditorFarid Assifa
SURABAYA, KOMPAS.com — Hari terakhir pendaftaran pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya diwarnai aksi menggelikan dari pasangan calon independen atau perorangan yang mendaftar. Pasangan Yoyok Hasibuan dan Suryani membawa surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk mendaftar sebagai pasangan penantang pasangan petahana, Risma-Wisnu.

Selasa (11/8/2015) siang, Yoyok-Suryani mendatangi KPU Surabaya dengan dikawal sejumlah pendukungnya. Mengenakan baju hitam putih dan sejumlah atribut layaknya pengantin serta diiringi musik gamelan, pasangan ini menuju ruang pendaftaran di lantai dasar. Tidak hanya itu, pasangan ini juga membawa komisioner KPU independen.

"Karena kami dari kalangan tidak mampu, kami tidak membawa syarat dukungan identitas sebanyak 182.000 lebih dari warga kota. Kami hanya membawa SKTM yang dilegalisasi," kata Ketua Tim Pemenangan Yoyok-Suryani, Udin, kepada pimpinan KPU yang menyambutnya.

Sempat terjadi adu argumentasi antara tim pemenangan dan komisioner KPU Surabaya setelah pasangan ini ditolak karena alasan syarat dan waktu pendaftaran yang sudah melewati batas.

"Kami mengapresiasi pasangan yang mendaftar ini. Namun, kami minta maaf, atas dasar aturan yang berlaku, kami menolak pendaftaran pasangan Yoyok-Suryani," kata salah satu anggota KPU Surabaya, Nur Syamsi.

Pada akhir perdebatan, tim dari pasangan ini pun akhirnya menerima alasan KPU, dan memilih mendaftar ke komisioner KPU independen yang dibawanya. Sontak, aksi itu pun mengundang tawa wartawan dan massa pendukung.

"Ini adalah bentuk apresiasi kami sebagai warga kota yang prihatin atas kondisi politik di Surabaya, yang hingga hari terakhir masa pendaftaran belum ada satu pun pasangan yang mendaftar untuk melawan Risma-Wisnu," kata Udin. 

Siang tadi, bukan hanya pasangan independen Yoyok-Suryani yang mendaftar ke KPU Surabaya. Sebelumnya, pasangan perorangan atas nama Sabar Swastono-M Arif pun melakukan hal yang sama. Pasangan ini juga ditolak karena alasan waktu pendaftaran dan kurangnya syarat dukungan.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

127 Anak Positif Covid-19 di Surabaya, Terpapar dari Orangtua

127 Anak Positif Covid-19 di Surabaya, Terpapar dari Orangtua

Regional
Sebelum Tewas, Penyerang Polsek Daha Selatan Terlebih Dahulu Bakar Mobil Patroli lalu Serang Polisi

Sebelum Tewas, Penyerang Polsek Daha Selatan Terlebih Dahulu Bakar Mobil Patroli lalu Serang Polisi

Regional
Unggah Postingan Bernada Kebencian pada Institusi Polisi, Ibu Rumah Tangga Ditahan

Unggah Postingan Bernada Kebencian pada Institusi Polisi, Ibu Rumah Tangga Ditahan

Regional
Mobil Polisi yang Dibakar Pelaku Penyerangan Mapolsek di Kalsel Sempat Meledak

Mobil Polisi yang Dibakar Pelaku Penyerangan Mapolsek di Kalsel Sempat Meledak

Regional
Nihil Kasus Corona, 12 Kabupaten di NTT Siap Terapkan 'New Normal'

Nihil Kasus Corona, 12 Kabupaten di NTT Siap Terapkan "New Normal"

Regional
Sepeda Motor Terbakar Usai Kecelakaan di Depan SPBU, Pelajar SMA Tewas

Sepeda Motor Terbakar Usai Kecelakaan di Depan SPBU, Pelajar SMA Tewas

Regional
Sejumlah Pantai di Bali Dibuka untuk Turis Asing, Warga Lokal Belum Diizinkan Masuk

Sejumlah Pantai di Bali Dibuka untuk Turis Asing, Warga Lokal Belum Diizinkan Masuk

Regional
Pendaftaran PPDB Surabaya Dapat Diakses lewat Aplikasi Android

Pendaftaran PPDB Surabaya Dapat Diakses lewat Aplikasi Android

Regional
Sebelum Meninggal, Polisi di Kalsel Sempat Berikan Perlawanan pada Pelaku Penyerangan

Sebelum Meninggal, Polisi di Kalsel Sempat Berikan Perlawanan pada Pelaku Penyerangan

Regional
Fakta Mapolsek Daha Selatan Diserang OTK, Anggota Polisi Tewas dan Ditemukan Dokumen ISIS

Fakta Mapolsek Daha Selatan Diserang OTK, Anggota Polisi Tewas dan Ditemukan Dokumen ISIS

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Juni 2020

Regional
Tak Pakai Masker, Warga Dihukum Menghafal Pancasila

Tak Pakai Masker, Warga Dihukum Menghafal Pancasila

Regional
Jajarannya Nekat Korupsi Saat Pandemi, Ganjar Langsung Seret ke KPK

Jajarannya Nekat Korupsi Saat Pandemi, Ganjar Langsung Seret ke KPK

Regional
Sambut 'New Normal' di Babel, 6 Sekolah Dibuka, Kecuali di Pangkalpinang

Sambut "New Normal" di Babel, 6 Sekolah Dibuka, Kecuali di Pangkalpinang

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Juni 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Juni 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X