Kompas.com - 14/07/2015, 15:42 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com - Sejumlah pengusaha taksi dan Organda menemui Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan sejumlah pelanggaran yang dilakukan Taksi Uber.

"Taksi uber dalam usahanya mengklaim hanya menjual sistem, pada kenyataannya beroperasi seperti taksi gelap," ujar Bagian Koperasi DPP Organda Herni Herdiani di depan Ridwan Kamil, Selasa (14/7/2015).

Herni menjelaskan, taksi Uber melakukan tujuh pelanggaran. Pertama, taksi Uber tidak memiliki badan hukum, baik PT maupun koperasi yang secara khusus bergerak di bidang transportasi angkutan umum.

Kedua, taksi Uber tidak memiliki izin usaha dan izin operasi angkutan umum taksi. Ketiga, taksi Uber tidak mempergunakan moda angkutan umum taksi sebagaimana spesifikasi khusus taksi yang ditetapkan Pemerintah.

Keempat, taksi Uber tidak tunduk pada ketentuan pentarifan yang ditetapkan Pemerintah. Kelima, taksi Uber tidak memberi jaminan terhadap masyarakat pengguna jasa angkutan, sebagaimana Standar Pelayanan Minumn (SPM) yang ditetapkan undang-undang.

Keenam, taksi Uber telah merusak dan mencederai pola transportasi makro yang ditetapkan Pemerintah. Dan, terakhir, Taksi Uber tidak terdaftar sebagai wajib pajak, tidak memiliki perizinan yang terkait dengan penyelenggaraan angkutan umum.

"Taksi Uber dikelola dengan menggunakan IT dan dikendalikan oleh orang asing yang tidak jelas keberadaannya, telah merusak industri transportasi umum di Indonesia," tutur Herni.

Dia lantas mendesak Ridwan Kamil untuk menghentikan operasional taksi Uber,  sebab taksi Uber tidak masuk dalam kategori angkutan umum. Ia pun meminta, tindak operator taksi Uber ditindak tegas secara hukum.

Menanggapi pernyataan tersebut, Emil --sapaan akrab Ridwan Kamil, menyatakan menampung semua masukan. Namun ia tidak akan menghentikan begitu saja. Ia baru akan mengambil keputusan setelah dilakukan seminar.

"Begitu banyak pertanyaan pada Taksi Uber dan Gojeg. Karena itu kami akan mengadakan seminar dengan mendatangkan Uber dan Gojeg. Di sana, kami akan mendengarkan semua pihak, termasuk masyarakat," ucap dia.

Waktu seminar belum ditentukan. Emil mengaku masih menunggu kesanggupan Organda yang akan mengkoordinasi pengusaha taksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.