Penerimaan Peserta Didik Baru Kacau, Wali Kota Ridwan Kamil Didemo

Kompas.com - 06/07/2015, 16:36 WIB
Puluhan warga Kota Bandung mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menyampaikan keluhannya tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) KOMPAS.com/Reni SusantiPuluhan warga Kota Bandung mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menyampaikan keluhannya tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Puluhan orangtua mendatangi Balai Kota Bandung, Senin (6/7/2015). Mereka ingin bertemu dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil terkait karut-marutnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015.

Para orangtua tersebut terlihat berdatangan sejak pukul 10.00 WIB. Mereka datang atas inisiatif pribadi. Bahkan, ada orangtua yang datang bersama anaknya yang mengenakan seragam SD.

"Saya ingin mempertanyakan soal aturan hukum Peraturan Wali Kota (Perwal) karena apa yang tertuang dalam Perwal tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan," ujar salah satu orangtua siswa, Bowo Restiyadi, di Balai Kota Bandung.

Bowo menjelaskan, anaknya memilih SMAN 7 sebagai pilihan pertama dan SMAN 17 untuk pilihan kedua. Ia memilih SMAN 17 karena jaraknya hanya 400 meter dari rumah sehingga sesuai dengan Perwal. Namun, ternyata sang anak "terlempar" dari kedua pilihan tersebut. Padahal, NUN (nilai ujian nasional) anaknya sebesar 28,95, lebih tinggi dari passing grade SMAN 17 sebesar 26,06.

Dalam unjuk rasanya, Bowo mengaku tidak meminta hal yang muluk-muluk sehingga anaknya harus masuk ke sekolah negeri. Jika memang anaknya tidak sesuai dengan persyaratan, dengan legawa, ia tidak akan menyekolahkannya anaknya di sekolah negeri. Namun, persoalannya adalah terjadi bias dalam pengertian Perwal yang ada.

"Kejelasan aturan itu yang kami kejar karena kalau sesuai Perwal, seharusnya anak saya masuk. Saya akan terus kejar kejelasan ini sampai kapan pun untuk anak perempuan saya," ungkap dia.

Sekitar pukul 11.00 WIB, orangtua yang berkumpul semakin banyak. Mereka mendatangi Balai Kota dengan harapan bisa bertemu dengan Ridwan Kamil untuk menanyakan secara langsung persoalan yang terjadi. Sebab, hingga kini banyak kabar berseliweran tentang persoalan yang membelit PPDB, mulai dari surat keterangan tidak mampu (SKTM) palsu hingga kuota jalur akademik yang tidak pasti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah berkerumun lama, akhirnya puluhan orangtua siswa tersebut diterima Wali Kota sekitar pukul 13.00 WIB di Auditorium Balai Kota. Dalam pertemuan tersebut, Emil, demikian Ridwan Kamil biasa disapa, memberi kesempatan kepada tiga orang perwakilan untuk menyampaikan unek-uneknya.

Namun, karena Emil harus ke Provinsi Jabar, kehadiran Emil digantikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana. Dalam pertemuan yang berakhir pukul 16.00 WIB, disepakati sistem dalam wilayah dan luar wilayah akan dihapuskan.

Selanjutnya, demi memastikan janji Kadisdik tersebut, orangtua siswa akan kembali mendatangi Kadisdik, Rabu (8/7/2015), atau sehari sebelum pengumuman PPDB dilakukan.

Sementara itu, di DPRD Kota Bandung, aksi serupa dilakukan. Puluhan orangtua berkumpul untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka diterima oleh perwakilan dari Komisi DPRD Kota Bandung.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.