Yuk, Nonton Air Mancur Warna-warni yang "Menari" di Taman Vanda

Kompas.com - 26/06/2015, 10:51 WIB
Air mancur warna-warni yang menari di Taman Vanda, Bandung KOMPAS.com/ PUTRA PRIMA PERDANAAir mancur warna-warni yang menari di Taman Vanda, Bandung
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com - Lahan seluas 2.000 meter persegi bekas bioskop Vanda di tengah-tengah Jalan Merdeka, Kota Bandung, kini telah berubah menjadi pusat keramaian baru. Di sana, sekarang ada air mancur unik.

Lihat saja, jika air mancur biasa keluar dari dalam kolam, air mancur di Taman Vanda ini justru keluar dari bawah ubin granit. Saat keluar, airnya sampai meluber membasahi lantai yang kering mengalir ke arah barat.

Di tengah gersangnya udara Kota Bandung, keberadaan air mancur ini terasa memberikan kesegaran. Buih-buih air yang tertiup angin terkadang mampir ke wajah para pengunjung yang datang. Hal itu cukup untuk menghilangkan kepenatan di kala menunggu waktu berbuka puasa.

Taman Vanda ini baru selesai direvitalisasi, namun sudah menarik perhatian warga Kota Bandung. Maklum saja, lokasinya berada di tengah-tengah Jalan Merdeka yang ramai, di antara Balai Kota, Markas Polrestabes Bandung dan Gedung Bank Indonesia.

Pada Siang hari, taman ini mungkin terlihat kurang menarik. Tapi, cobalah datang di malam hari pada pukul 18.00 WIB sampai 20.00 WIB. Air yang menyembur dari lubang-lubang khusus di lantai makin asyik dilihat karena berwarna-warni disorot lampu-lampu yang mengelilingi lubang keluarnya air.

Merah, biru, hijau, ungu. Warna-warna ini bergantian menyinari air. Sepintas mirip seperti sinar laser. Uniknya lagi, air yang keluar dari 20 lubang itu ternyata berkoreografi menari. Terkadang menyembur bergantian, terkadang juga bersama-sama. Warga bisa melihat tarian air warna-warni ini dari amhiteater di sebelah barat yang telah disediakan untuk pengunjung.

Gina Sofiana (21), warga Sadang Serang, Kota Bandung, sengaja datang ke Taman Vanda untuk menghabiskan waktu menunggu adzan maghrib berkumandang alias 'ngabuburit'. Ini kali pertama Gina dan ibunya, Suryani (50) datang ke Taman Vanda.

Gina mengaku senang melihat perubahan yang terjadi di taman ini. "Tidak percuma dibangun, sekarang jadi indah. Tapi sayang airnya terbuang," kata Gina.

Ibu satu anak ini berharap, warga Kota Bandung bisa ikut menjaga keindahan taman ini agar tetap enak dikunjungi. Jangan sampai taman ini dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Salah satu hal lain yang dikhawatirkan Gina adalah sampah. "Saya harap kita semua bisa ngejaga. Jangan ngerusak. Kalau cuma ngejaga aja apa susahnya sih?" imbuhnya.

Sama dengan Gina, Dadi Gunadi saat ditemui juga tengah mengasuh anaknya di Taman Vanda. Warga Jalan Braga ini mengaku takjub dengan hasil revitalisasi taman ini meski dikatakannya masih ada yang kurang. "Kurang arena bermain anak sama kurang penghijauan," tutur dia.

Meski demikian, Dadi mengatakan hal tersebut bukan masalah besar. Taman ini menurut dia tetap terlihat cantik, terlebih di malam hari. "Kalau cuaca malam mendukung, tempat ini enak buat santai-santai," tutur dia.

Serupa seperti Gina, Dadi khawatir masalah perawatan taman. Menurut dia, perawatan menjadi hal yang paling sering dilupakan. "Biasanya penyakit di kita itu perawatan. Bikin (taman) tapi perawatan sering dilupakan. Ya mudah-mudahan taman ini perawatannya selalu continue," kata Dadi. 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Dilakukan 2 Kali, Alasannya Takut Diceraikan

Fakta Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Dilakukan 2 Kali, Alasannya Takut Diceraikan

Regional
Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Regional
Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Regional
Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Regional
Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Regional
Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Regional
Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Regional
Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tim Selam Diterjunkan Cari 5 ABK yang Hilang

Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tim Selam Diterjunkan Cari 5 ABK yang Hilang

Regional
Kabar Ada yang Meninggal Setelah Divaksin, Bupati Cilacap: Hoaks, Tidak Ada Itu

Kabar Ada yang Meninggal Setelah Divaksin, Bupati Cilacap: Hoaks, Tidak Ada Itu

Regional
Kecelakaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tug Boat Mitra Jaya XIX Ditemukan di Perairan Madura

Kecelakaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tug Boat Mitra Jaya XIX Ditemukan di Perairan Madura

Regional
Penambahan Kasus Covid-19 di Banten Pecah Rekor, Kota Serang Jadi Zona Merah

Penambahan Kasus Covid-19 di Banten Pecah Rekor, Kota Serang Jadi Zona Merah

Regional
Gubernur Banten Perpanjang PPKM Tangerang Raya hingga 8 Februari 2021

Gubernur Banten Perpanjang PPKM Tangerang Raya hingga 8 Februari 2021

Regional
Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Regional
Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Regional
4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X