Kompas.com - 18/05/2015, 16:58 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Remaja berusia 17 tahun, RA, yang mengaku menjadi korban pencabulan yang dilakukan pacarnya mengadu ke Kepolisian Resor Pematangsiantar, Sumatera Utara, Senin (18/5/2015).

Warga Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar yang datang ditemani keluarganya, melaporkan kekasihnya, GS (24) warga Jalan Kain Suji, Kecamatan Siantar Utara.

RA mengaku mengaku telah dicabuli GS sebanyak tujuh kali di rumah GS. Setelah itu, GS malah menghilang. RA adalah pelajar SMP di salah satu sekolah di Kota Pematangsiantar. Saat ini RA masih menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian.

Sebelumnya, RA sudah membawa hasil visum dari RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk menguatkan pengaduannya. Berdasarkan informasi yang didapat, peristiwa ini terkuak setelah RA selama tiga hari tak pulang ke rumah.

Selama ini, RA tinggal di rumah kakek-neneknya, karena orangtua kandungnya merantau ke Jakarta. Setelah dicari, RA ditemukan berada di rumah GS. Keluarga lalu membawa RA pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, RA langsung diinterogasi oleh keluarganya. RA akhirnya mengaku tiga hari tak pulang dan bertahan di rumah GS, demi mendapat pertanggungjawaban dari kekasihnya yang telah menyetubuhinya. Tentu pengakuan itu  membuat kelurga RA terkejut.

Akhirnya, keluarga RA mendatangi GS di rumahnya, guna meminta pertanggungjawaban. Ironisnya, saat berada di rumah pelaku, bukan mendapat solusi, orangtua GS mengaku sama sekali tidak mau tahu perbuatan anaknya.

Mendapat respons semacam itu, keluarga RA lalu mendatangi polisi, "Kami memang pacaran Pak dan selama kami pacaran kami sudah tujuh kali melakukan hubungan badan di kamar rumah GS dan yang terakhir kali aku disetubuhi pada bulan Maret 2015," kata RA, kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pematangsiantar.

Kanit SPKT lll Polres Pematangsiantar Aiptu Ardhan membenarkan pengaduan tersebut. "Kita sudah menerima pengaduannya dan kini korban masih menjalani pemeriksaan petugas. Korban juga sudah membawa visum. Kita masih memeriksa beberapa saksi kejadian," kata Aiptu Ardhan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.