Gara-gara Remas Payudara Gadis di Motor, Pemuda Ini Terancam 15 Tahun Bui

Kompas.com - 23/04/2015, 11:35 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorGlori K. Wadrianto
NUNUKAN, KOMPAS.com — Entah apa yang ada di balik benak A (26), warga Jalan Ujang Dewa, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, hingga nekat melakukan pelecehan terhadap seorang gadis, B (17), warga di Kecamatan Nunukan Selatan.

Pelecehan itu dilakukan A saat dia dan juga B tengah melaju di atas sepeda motor. Tindakan asusila tersebut tentu membuat B emosi, lalu mengejar A. Saat berada di depan Kantor DPRD Nunukan, B pun berteriak minta tolong kepada warga.

Warga yang mendengar dan melihat keadaan itu kemudian memanggil polisi di kantor Polres yang letaknya tak jauh dari lokasi kejadian. Sempat terjadi keributan antara A dan B. "Kejadiannya saat mereka berjalan beriringan di depan rumah dinas bupati yang lama tiba-tiba si A mepet motor B, kemudian langsung meremas dada si B," kata Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP Suparno, Kamis (23/4/2015).

Berdasarkan pengakuan A, ulahnya melecehkan B dilakukan karena iseng dan tergoda dengan bentuk tubuh korban. Padahal, A ternyata sudah mempunyai istri yang tengah hamil tua.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, A saat ini ditahan di sel tahanan Kepolisian Resor Nunukan. Polisi berencana menjerat A dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Ini masuk pelecehan gadis di bawah umur. Kita akan mengenakan Pasal Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, Pasal 80 juncto Pasal 76 huruf e. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," kata Suparno.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X