Satu Korban Kapal Tenggelam di Maluku Barat Daya Belum Ditemukan

Kompas.com - 26/03/2015, 15:26 WIB
Tim Basarnas Nunukan melakukan pencarian siswi SMPN 1 Tulin Onsoi yang terjun ke dalam sungai yang berarus deras. Belum diketahui pasti penyebab Meliana mengakhiri hidup dengan terjun ke sungai. KOMPAS.com/SukocoTim Basarnas Nunukan melakukan pencarian siswi SMPN 1 Tulin Onsoi yang terjun ke dalam sungai yang berarus deras. Belum diketahui pasti penyebab Meliana mengakhiri hidup dengan terjun ke sungai.
|
EditorCaroline Damanik

AMBON, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya terus melakukan pencarian terhadap satu korban kapal tenggelam di perairan Desa Luang Barat, Kecamatan Mdona Hiera. Hingga Kamis (26/3/2015), pencarian terhadap satu penumpang kapal bernama Muhamad Isnaini yang hilang masih dilakukan BPBD dibantu warga setempat.

Pencarian terhadap korban dilakukan dengan menggunakan perahu dan speedboat sambil menyisir wilayah perairan Desa Luang Barat, Kecamatan Mdona Hiera. Pelaksana Tugas BPBD Maluku Barat Daya, Jhon Pattinama, menjelaskan bahwa korban adalah seorang guru yang ikut dalam program Sarjana Mengajar di Wilayah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Korban sendiri telah empat bulan mengabdi di desa terpencil di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste tersebut.

”Korban masih terus dicari, dia seorang guru yang ikut dalam program SM3T dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Jhon saat dihubungi dari Ambon.

Dia mengatakan, korban bersama sembilan penumpang lainnya bertolak dari dusun Ilmarna menuju Pulau Kelapa di Desa Luang Barat dengan menumpangi sebuah kapal tradisional. Para penumpang kapal ini sedianya akan menuju kapal perintis Sabuk Nusantara 43 yang berlabuh di wilayah itu untuk selanjutnya menuju Ambon.

“Jadi korban ini juga ikut menumpangi kapal itu. Tujuh penumpang selamat sedangkan dua meninggal dan korban sendiri masih hilang dan sementara dicari,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah kapal tradisional yang mengangkut sepuluh penumpang tenggelam di perairan Desa Luang Barat, Kecamatan Mdona Hiera, Senin lalu, saat hendak menuju kapal perintis Sabuk Nusantara yang berlabuh diperairan Pulau Kelapa.

Para penumpang ini tenggelam bersama kapal yang ditumpanginya setelah dihantam gelombang tinggi dan diterpa angin yang kencang di perairan desa tersebut. Akibat musibah itu, dua penumpang dinyatakan meninggal dunia salah satunya teridentifikasi bernama Poly Palpialy, sedangkan satu penumpang lain dinyatakan hilang. Sementara itu, tujuh penumpang lain selamat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Regional
Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

Regional
Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Regional
Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Regional
'Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi'

"Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi"

Regional
UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

Regional
Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X