Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/03/2015, 13:48 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com - Banyak orang di Indonesia yang pernah mendengar dongeng "Si Kancil Anak Nakal". Dongeng fabel ini menyebar dari mulut ke mulut dan diceritakan turun temurun.

Alkisah, ada seekor kancil yang kerap meresahkan para petani ketimun di sebuah desa. Si Kancil yang memang doyan makan ketimun ini setiap hari selalu mencuri hasil ladang pak tani. Lantaran kesal, pak tani lalu mengatur strategi untuk menangkap si kancil.

Pak Tani menyiapkan jebakan khusus untuk si pencuri ketimun. Singkat cerita, si kancil akhirnya masuk perangkap yang dibuat pak tani. Rencananya pak tani akan memasaknya sebagai hidangan makan malam untuk anak istrinya.

Setibanya di rumah, pak tani meletakkan kandang yang membelenggu si kancil di halaman. Di sana dia bertemu dengan anjing peliharaan pak tani. Anjing itu bertanya kepada kancil alasan apa dia dibelenggu oleh majikannya.

Kancil akhirnya menemukan ide untuk keluar dari bui. Kepada anjing, kancil mengatakan kalau dia dipaksa kawin dengan anak pak tani yang cantik jelita. Namun karena dia tidak mau dikawinkan, kancil akhirnya dipenjara oleh pak tani.

Bodohnya, si anjing percaya dengan cerita rekayasa si kancil. Si anjing yang memang sudah lama memendam cinta kepada anak majikan akhirnya membuat perjanjian dengan si kancil. Idenya, si kancil dibebaskan, si anjing menggantikan posisi kancil untuk dikawinkan dengan anak majikan.

Alangkah terkejutnya pak tani ketika mendapati makan malamnya hilang. Di dalam kandang itu, dia justru menemukan anjing peliharannya. Sementara kancil, kembali melakukan pencurian ketimun.

Kira-kira begitulah cerita si kancil yang sering didengar selama ini. Bagaimana kancil dengan kelicikannya bisa bebas dari hukum. Ternyata, menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cerita ini justru salah dan bertentangan dengan semangat antikorupsi.

"Itu salah, cerita si kancil anak nakal ini justru mendidik agar anak tidak bertanggungjawab," kata Guntur Kusmeiyano, Pelaksana Harian Direktur Dikyanmas KPK di Balai Kota Bandung, Kamis (26/3/2015).

Selain itu, Guntur menilai dongeng ini jauh dari niat luhur KPK yang ingin menerapkan pendidikan antikorupsi sedari dini kepada anak-anak. "Pada pasal 13 huruf C Undang-undang nomor 30 tahun 2002, KPK memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap jenjang pendidikan," ujar Guntur.

Selain itu, dongeng si kancil anak nakal juga bisa merusak psikologis anak. "Cerita ini malah mengajarkan mencuri dan berbohong," ucap dia.

Bukan hanya cerita si kancil, Guntur mengatakan banyak dongen-dongeng di Indonesia yang tidak jelas pesan moralnya. Lantas, sebagai upaya untuk menangkal pengaruh buruk dari banyaknya dongeng-dongeng lokal yang menyesatkan, KPK telah membuat beberapa dongeng anak yang semua tokohnya memiliki unsur jujur, peduli, mandiri, bertanggungjawab, pekerja keras, berani dan adil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Regional
Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.