Pelaku "Illegal Logging" Tak Dihukum, tapi Harus Bawa Babi Besar

Kompas.com - 04/03/2015, 15:32 WIB
Warga masyarakat disekitar kawasan hutan konservasi wilayah II yang meliputi Kecamatan Pocoranaka, Pocoranaka Timur dan Wae Rii, tepatnya di sekitar Desa Ngkiong Ndora, Rabu (4/3/2015) merambah hutan konservasi dengan menanami jagung dan berbagai jenis tanaman holtikultura. BKSDA II Ruteng melarang warga untuk tidak merambah dan menebang kayu, namun, warga tidak menghiraukan larangan tersebut. (kompas.com/Markus Makur) Markus MakurWarga masyarakat disekitar kawasan hutan konservasi wilayah II yang meliputi Kecamatan Pocoranaka, Pocoranaka Timur dan Wae Rii, tepatnya di sekitar Desa Ngkiong Ndora, Rabu (4/3/2015) merambah hutan konservasi dengan menanami jagung dan berbagai jenis tanaman holtikultura. BKSDA II Ruteng melarang warga untuk tidak merambah dan menebang kayu, namun, warga tidak menghiraukan larangan tersebut. (kompas.com/Markus Makur)
|
EditorGlori K. Wadrianto
RUTENG, KOMPAS.com - Pelaku penebangan liar (illegal logging) di kawasan konservasi Sumber Daya Alam di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur dikenai denda adat. Bila tidak jera, barulah akan diproses sesuai hukum. Penerapan hukum adat ini dialami oleh Rofinus Undu.

Warga Kampung Nancur, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur ini beberapa waktu lalu tertangkap petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam II Ruteng menebang pohon di kawasan hutan konservasi Likan Telu.

Rofinus pun didenda membayar seekor babi besar. Tak hanya itu, Rofinus juga mengucapkan sumpah adat di rumah gendang Nancur, Desa Teno Mese, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT pada Jumat (27/2/2015) lalu.

Ritual sumpah adat disaksikan oleh para tetua kampung dan pejabat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Ritual sumpah adat ini berisi janji pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya menebang pohon di kawasan konservasi. Bila nanti perbuatan itu diulang lagi, maka ganjarannya bukan lagi secara adat, tetapi diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penerapan denda secara adat ini merupakan implementasi dari hasil kesepakatan musyawarah besar terkait konservasi hutan yang melibatkan tiga pilar yaitu pemerintah, masyarakat adat, dan gereja yang digelar di Kisol tahun 2012 lalu.

Kepala Resor Taman Wisata Alam wilayah IV yang meliputi Kecamatan Elar, Sambirampas dan Elar Selatan, Paulus Pambut, menjelaskan, sebelum dilaksanakan sanksi adat, terlebih dahulu pelaku penebang pohon, diurus di Kantor BKSDA II Ruteng. Lalu, sejumlah tua-tua adat dari Kampung Nancur bertemu pimpinan BKSDA dan konsultasi dengan lembaga gereja.

Dari pertemuan dan konsultasi tersebut, disepakati penyelesaiannya melalui jalur adat sesuai semangat tiga pilar tersebut. Bahkan, kayu balok dan papan yang sudah dipotong dibawa ke Kantor BKSDA oleh pelaku tersebut dengan biaya sendiri.

"Sumpah adat ini dilaksanakan agar pelaku dan warga lainnya mengalami efek jera agar mereka tidak menebang pohon lagi di dalam kawasan hutan konservasi," kata Pambut.

Tua-tua adat Kampung Nancur, Barnabas Kandang, Kontan Lada, Bernadus Pandang dan tua adat Kampung Kajan, Aloysisu Logo menegaskan, sumpah adat yang dilaksanakan di rumah adat Nancur adalah bentuk penghargaan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alama II Ruteng.

Menurut tetua adat, ini merupakah sejarah pertama BKSDA melibatkan tua-tua adat dalam menyelesaikan permasalahan yang dilakukan warganya terhadap kawasan hutan konservasi di wilayah IV.

Selama ini, apabila ada warga yang menebang pohon di kawasan hutan konservasi langsung diproses secara hukum. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam II Ruteng, Yohanes Ora mengatakan pada tahun 2012, pihaknya menggelar musyawarah besar.

Musyawah itu melibatkan gereja dan masyarakat adat serta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai di sekitar hutan Taman Wisata Alam Ruteng. Acaara digelar untuk mencari solusi yang tepat dalam menjaga konservasi hutan.

Dalam pertemuan yang digelar di Kisol itu, salah satu poin kesepakatan adalah memberikan sanski adat untuk pelaku penebangan pohon di kawasan hutan konservasi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 16 Terduga Perusak Kampus UNM dan Kantor Nasdem di Makassar

Polisi Tangkap 16 Terduga Perusak Kampus UNM dan Kantor Nasdem di Makassar

Regional
Satu Keluarga Korban Kebakaran di Legok Tangerang Dimakamkan Satu Liang Lahat di Gunungkidul

Satu Keluarga Korban Kebakaran di Legok Tangerang Dimakamkan Satu Liang Lahat di Gunungkidul

Regional
'Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan, Ini Amanah dari Masyarakat...'

"Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan, Ini Amanah dari Masyarakat..."

Regional
Warga Sumedang Diminta Tak Keluar Daerah Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Warga Sumedang Diminta Tak Keluar Daerah Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Regional
Kisah Nenek Sumirah Makan dan Tidur di Rumah Penuh Sampah Bersama 2 Anak Gangguan Jiwa

Kisah Nenek Sumirah Makan dan Tidur di Rumah Penuh Sampah Bersama 2 Anak Gangguan Jiwa

Regional
Ambulans Pengantar Pasien Covid-19 Tabrakan dengan Truk Fuso, Sopir dan Bidan Luka Parah

Ambulans Pengantar Pasien Covid-19 Tabrakan dengan Truk Fuso, Sopir dan Bidan Luka Parah

Regional
Teater Tak Mati di Tengah Pandemi

Teater Tak Mati di Tengah Pandemi

Regional
Ini Satu-satunya Kelurahan yang Belum Terpapar Covid-19 di Kota Padang

Ini Satu-satunya Kelurahan yang Belum Terpapar Covid-19 di Kota Padang

Regional
Setahun Menabung di Galon Kosong, Romdoni Bayar Pajak Mobil Senilai Rp 1,2 Juta Pakai Koin

Setahun Menabung di Galon Kosong, Romdoni Bayar Pajak Mobil Senilai Rp 1,2 Juta Pakai Koin

Regional
Pembunuh Wanita Hamil 7 Bulan di Bandung Ternyata Suami Siri, Pelaku Juga Bawa Kabur Harta Korban

Pembunuh Wanita Hamil 7 Bulan di Bandung Ternyata Suami Siri, Pelaku Juga Bawa Kabur Harta Korban

Regional
Pengacara Memohon agar Hakim Bebaskan Bupati Bengkalis Amril Mukminin

Pengacara Memohon agar Hakim Bebaskan Bupati Bengkalis Amril Mukminin

Regional
Bayar Pajak Mobil Pakai Koin, Pedagang Mainan: Para Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan

Bayar Pajak Mobil Pakai Koin, Pedagang Mainan: Para Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan

Regional
Detik-detik Seorang Warga Diserang Beruang Saat Berada di Ladang, Alami Luka Cakar di Bahu

Detik-detik Seorang Warga Diserang Beruang Saat Berada di Ladang, Alami Luka Cakar di Bahu

Regional
BPBD Cianjur Catat 115 Bencana Alam Sepanjang Tahun Ini

BPBD Cianjur Catat 115 Bencana Alam Sepanjang Tahun Ini

Regional
Begini Proses Menghalau Beruang yang Mencakar Warga di Solok Selatan

Begini Proses Menghalau Beruang yang Mencakar Warga di Solok Selatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X