Monumen Jayandaru Dibilang Berhala, Seniman Sidoarjo Prihatin

Kompas.com - 23/02/2015, 17:41 WIB
Monumen patung Jayandaru di alun-alun Sidoarjo. KOMPAS.com/Achmad FaizalMonumen patung Jayandaru di alun-alun Sidoarjo.
|
EditorGlori K. Wadrianto
SURABAYA, KOMPAS.com - Protes kalangan ormas Islam atas dibangunnya Monumen Jayandaru yang disebut sebagai berhala, disambut prihatin kalangan seniman di Sidoarjo. Mereka mengkhawatirkan, Sidoarjo akan menjadi daerah yang tidak mewadahi ekspresi seni dan budaya.

"Kami sangat menyayangkan dan prihatin, atas protes kalangan masyarakat terhadap produk seni budaya yang di bangun di alun-alun Sidoarjo," kata Ketua Bidang Program, Dewan Kesenian Sidoarjo, Henry Nur Cahyo, Senin (23/2/2015).

Menurut dia, protes terhadap pendirian monumen Jayandaru oleh kalangan ormas Islam justru akan mencemarkan nama baik dan ajaran Islam. "Pemahaman Islam soal patung dibawa ke pemahaman yang sempit, tanpa ada pemahaman konteks ajarannya," kata dia.

Dia mengakui ada larangan dalam Islam dalam membuat patung, namun perintah itu di zaman marak umat manusia menyembah patung berhala, dan umat Islam dilarang membuat patung agar tidak disembah seperti menyembah berhala.

Kalangan seniman, kata dia, sangat prihatin, namun tidak kuasa berbuat, karena masalah tersebut dianggapnya sangat sensitif. "Kami takut akan menimbulkan konflik horizontal hanya karena patung," kata dia.

Protes ormas Islam Sidoarjo itu muncul menyusul desain monumen yang dianggapnya tidak sesuai dengan ajaran Islam. Monumen Jayandaru menggambarkan kehidupan masyarakat Sidoarjo sebagai petani dan nelayan.

Ada sembilan patung manusia nelayan dan petani dengan bentuk manusia sempurna. Patung tersebut dibangun atas dana CSR perusahaan pengolahan hasil laut PT Sekar Laut. Karena bentuk patung sempurna menyerupai manusia, ormas Islam menganggapya sebagai berhala, dan tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semantara Kabupaten Sidoarjo, dikenal sebagai kota santri yang religius, yang banyak ditempati pesantren.

Baca juga:
Monumen Jayandaru Dianggap Berhala, Ormas Islam Tuntut Pembongkaran
Polemik Patung "Berhala" di Sidoarjo, Pemkab Cuma Bisa Pasrah 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X