Suami Menganggur, Ibu Dua Anak Ini Jadi Penyalur TKW Ilegal

Kompas.com - 22/11/2014, 16:51 WIB
Tersangka penyalur TKW illegal Slamet Priyatin/KOMPAS.comTersangka penyalur TKW illegal
|
EditorBayu Galih


KENDAL, KOMPAS.com - Nurhidayah (39), warga Tamangede Gemuh Kendal Jawa Tengah, harus berurusan dengan polisi Kendal setelah menjadi tersangka karena menjadi penyalur tenaga kerja wanita (TKW) ilegal. Menurut pengakuan Nurhidayah, dia baru dua bulan menjadi penyalur TKW illegal.

Selama dua bulan itu, Nurhidayah mengaku telah memberangkatkan 3 orang TKW. Tiga orang yang disalurkan Nurhidayah dan Sudaryanto menjadi TKW di Malaysia sebagai pekerja rumah tangga. 

Sebagai penyalur TKW ilegal, dia bekerja sama dengan Sudaryanto (50), warga Jenarsari Gemuh, Kendal, yang juga menjadi tersangka. “Saya menjadi sekretaris dan Pak Dar sebagai koordinator,” kata Nurhidayah, Sabtu (22/11/2014).

Sebelum menjadi penyalur TKW ilegal, lanjut Nurhidayah, dia bersama Sudaryanto pernah bekerja di salah satu Penyalur Jasa TKI yang ada di Kendal.

“Selama bekerja dengan Pak Dar di PJTKI, saya kenal dengan beberapa agen TKW yang ada di luar negeri. Sehingga saya dengan mudah melakukan komunikasi dengan mereka, apabila mendapat orang yang mau bekerja menjadi TKW,” ujarnya.

Penghasilan selama di PJTKI yang hanya Rp 700 ribu tiap bulan, diakui oleh Nurhidayah tidak bisa menghidupi keluarganya. Sebab suaminya seorang pengangguran dan dua anaknya butuh biaya sekolah. Karena itu Nurhidayah memutuskan untuk menjadi penyalur TKI, walaupun dilakukan secara ilegal.

Keterangan Nurhidayah dibenarkan oleh Sudaryanto. Lelaki ini mengaku, bersama Nurhidayah, mendapat persenan uang Rp 10 juta dari agen, untuk seorang TKW. Setelah dipotong untuk mengurus paspor calon TKW dan lainnya, sisa uang itu dibagi dua.

“Kadang sisa Rp 3 juta, kadang juga Rp 2,5 juta. Itu untuk satu TKW. Kalau saya bisa memberangkatkan lebih dari satu TKW, tinggal mengalikannya,” tutur Sudaryanto.

Kasatreskrim Polres Kendal AKP Fiernando Andriansyah menegaskan, kedua tersangka penyalur TKW illegal tersebut tertangkap saat mau memberangkatkan dua orang yang mau bekerja di luar negeri. Kedua wanita yang akan diberangkatkan menjadi TKW itu adalah Rmd (18) dan Awl (45).

Mereka ditangkap di Cepiring Kendal, ketika menuju bandara Ahmad Yani, Semarang. “Di paspor, Rmd ditulis berumur 19 tahun dan Awl berusia 39 tahun,” kata Fiernando.

Fiernando menambahkan, karena perbuatannya, pelaku bisa diancam dengan Pasal 4 UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeridengan. Keduanya bisa terkena hukuman maksimal 10 tahun penjara.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Bocah Tewas Tenggelam, Wagub Sulsel Minta Pengamanan Waduk Nipa-Nipa Ditingkatkan

Tiga Bocah Tewas Tenggelam, Wagub Sulsel Minta Pengamanan Waduk Nipa-Nipa Ditingkatkan

Regional
Gara-gara Benang Layangan, Listrik di Wonogiri Padam 3,5 Jam

Gara-gara Benang Layangan, Listrik di Wonogiri Padam 3,5 Jam

Regional
Tak Pernah Bepergian ke Luar Kota, Nenek 61 Tahun Terkonfirmasi Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Tak Pernah Bepergian ke Luar Kota, Nenek 61 Tahun Terkonfirmasi Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Kasus Korupsi, Anggota DPRD Muaro Jambi Divonis 2,5 Tahun Penjara

Kasus Korupsi, Anggota DPRD Muaro Jambi Divonis 2,5 Tahun Penjara

Regional
Polisi Akan Selidiki Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Polisi Akan Selidiki Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Regional
Pasien Corona di Secapa AD Bandung Tersisa 12 Orang

Pasien Corona di Secapa AD Bandung Tersisa 12 Orang

Regional
Fakta Lengkap Penahanan Jerinx Soal Kasus 'Kacung WHO', Dijerat UU ITE hingga Tanggapan IDI

Fakta Lengkap Penahanan Jerinx Soal Kasus "Kacung WHO", Dijerat UU ITE hingga Tanggapan IDI

Regional
Khofifah dan Risma Duduk Semeja Dengarkan Hasil Survei Penanganan Covid-19 di Jatim

Khofifah dan Risma Duduk Semeja Dengarkan Hasil Survei Penanganan Covid-19 di Jatim

Regional
Detik-detik Tiang Penyangga SUTET Roboh dan Tewaskan 4 Orang di Sumedang

Detik-detik Tiang Penyangga SUTET Roboh dan Tewaskan 4 Orang di Sumedang

Regional
Anggota DPR Usulkan Industri yang Merusak Lingkungan Langsung Didenda

Anggota DPR Usulkan Industri yang Merusak Lingkungan Langsung Didenda

Regional
Kisah Hidup Veteran Tertua di Pematangsiantar, Berjuang hingga Lansia

Kisah Hidup Veteran Tertua di Pematangsiantar, Berjuang hingga Lansia

Regional
Jerinx Jadi Tersangka dan Ditahan, IDI: Kami Apresiasi Langkah Penegak Hukum

Jerinx Jadi Tersangka dan Ditahan, IDI: Kami Apresiasi Langkah Penegak Hukum

Regional
Tak Kenakan Masker dan Bersalaman Saat Hajatan, Tiga Warga Positif Covid-19

Tak Kenakan Masker dan Bersalaman Saat Hajatan, Tiga Warga Positif Covid-19

Regional
Tiang Penyangga Menara SUTET Roboh, 4 Pekerja Tewas

Tiang Penyangga Menara SUTET Roboh, 4 Pekerja Tewas

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anggota DPRD Laporkan Anak Gadis ke Polisi | Bupati Agam hingga Jerinx Jadi Tersangka

[POPULER NUSANTARA] Anggota DPRD Laporkan Anak Gadis ke Polisi | Bupati Agam hingga Jerinx Jadi Tersangka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X