Kompas.com - 18/11/2014, 16:24 WIB
Sejumlah Satpol PP dan PNS berlindung dari lemparan batu saat terjadi bentrokan dengan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (17/11/2014). Bentrokan tersebut terjadi ketika mahasiswa memaksa masuk ke Kantor Gubernur saat melakukan aksi unjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. TRIBUN TIMUR / SANOVRA JRSejumlah Satpol PP dan PNS berlindung dari lemparan batu saat terjadi bentrokan dengan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (17/11/2014). Bentrokan tersebut terjadi ketika mahasiswa memaksa masuk ke Kantor Gubernur saat melakukan aksi unjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.
|
EditorCaroline Damanik

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), mahasiswa kembali melakukan aksi demonstrasi dan menutup jalan di depan kampus masing-masing. Mahasiswa terlibat bentrokan dengan warga yang kesal karena jalan trans Sulawesi diblokade mahasiswa, Selasa (18/11/2014) siang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, mahasiswa menutup penuh jalan Sultan Alauddin, tepat depan kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh). Warga sudah diberatkan dengan kenaikan harga BBM makin dengan penutupan jalan akhirnya makin kesal dan melakukan perlawanan.

Aksi saling lempar batu pun tak terhindarkan antara mahasiswa dengan warga. Kedua kubu juga ini mempersenjatai diri dengan senjata tajam seperti parang dan panah.

Demikian pula di Jalan Perintis Kemerdekan, mahasiswa terlibat bentrokan dengan warga. Hingga kini, jalur trans Sulawesi yang menghubungkan antara kota Makassar dengan Kabupaten Maros untuk arah utara dan untuk arah selatan ke Kabupaten Gowa juga tertutup.

Mahasiswa juga memblokade Jl AP Pettarani, depan gedung Phinisi, kampus Universitas Negeri Makassar (UNM). Mereka memblokade jalan dan menyiapkan batu di tengah jalan untuk mengantisipasi adanya serang.

Dari bentrokan yang terjadi di tiga titik di Kota Makassar, tidak ada aparat kepolisian yang berupaya mengamankan situasi. Yang berusaha melerai mahasiswa bentrok dengan warga hanya beberapa personel TNI.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X