Sebelum Keracunan, Para Pekerja di Kediri Makan Nasi Sayur Lodeh

Kompas.com - 07/11/2014, 18:32 WIB
Pekerja galian kabel  serat optik dirawat di Puskesmas.Ngadiluwih,.Kabupaten  Kediri , Jawa Timur, karena keracunan, Jum'at (7/11/2014). Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimPekerja galian kabel serat optik dirawat di Puskesmas.Ngadiluwih,.Kabupaten Kediri , Jawa Timur, karena keracunan, Jum'at (7/11/2014).
|
EditorCaroline Damanik

KEDIRI, KOMPAS.com - Penyebab keracunan puluhan pekerja galian kabel optik di Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, masih belum diketahui. Namun, Pasiman (55), salah satu pekerja mengatakan, sebelum keracunan itu para pekerja makan malam nasi sayur lodeh yang dimasak oleh pemilik rumah kontrakan yang mereka huni.

Hanya saja, dari total 69 pekerja yang menikmati makanan itu, tidak semua pekerja mengalami keracunan. Hanya 27 orang yang sakit dan kemudian dilarikan ke puskesmas.

"Makan di kontrakan hanya malam saja karena kalau siang tidak pulang. Dari 69 orang, hanya 27 yang sakit," kata salah satu pekerja yang selamat dari keracunan ini, Jumat (7/11/2014).

Sementara itu, petugas kesehatan masih akan memeriksakan sampel cairan dari para korban. Dokter Puskesmas Ngadiluwih, dr.Imron Efendi mengatakan, secara klinis pada para korban memang ada tanda-keracunan yaitu mual, muntah, dan suhu tubuh yang meningkat. Namun dia masih belum dapat menyimpulkan penyebabnya karena makanan yang dikonsumsi atau karena faktor lain.

"Penyebabnya kita belum tahu karena masih harus mengkonfirmasikan beberapa hal lebih lanjut," kata dr.Imron.

Dia menambahkan, saat ini petugas sudah bergerak cepat dengan mengambil sampel cairan korban untuk dilakukan uji laboratorium. Petugas juga sudah terjun ke rumah kontrakan para korban untuk mengambil sampel sisa makanan yang dikonsumsi korban.

"Jadi penyebabnya masih belum dapat dipastikan," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan kemungkinan pasien dirujuk ke rumah sakit, kata dia, dapat dilakukan jika kondisi pasien terus memburuk. Namun saat ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut mengingat pasien baru dalam penanganan puskesmas.

"Kita lihat nanti perkembangan kondisinya seperti apa," tegasnya. 

Sebelumnya diberitakan, 27 dari 69 pekerja asal Jawa Tengah yang sedang menggarap proyek galian kabel optik di Kediri mengalami keracunan, Jumat (7/11/2014). Mereka saat ini dirawat di Puskesmas Ngadiluwih. Para pekerja itu selama di Kediri tinggal dengan cara menyewa sebuah rumah milik warga di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.