Bocah Izzam Pun Akhirnya Terima Bola Mata Palsu Gratis

Kompas.com - 04/11/2014, 11:06 WIB
Izzam Bachdim, bocah penderita kanker mata menerima bantuan bola mata palsu gratis. KOMPAS.com/Ira RachmawatiIzzam Bachdim, bocah penderita kanker mata menerima bantuan bola mata palsu gratis.
|
EditorCaroline Damanik

BANYUWANGI, KOMPAS.com
 — Muhamad Izzam Bachdim (4) duduk manis di pangkuan ayahnya, Nur Ahmadi, di depan petugas yang sedang membuat mata palsu untuk matanya, Selasa (4/11/2014).

Sesekali, petugas bakti sosial pemeriksaan mata yang digelar di Gedung PMI Banyuwangi, kerja sama antara Yayasan Kesehatan Indonesia dan Pemkab Banyuwangi, mengukur bola mata yang akan dimasukkan ke dalam rongga mata Izzam Bachdim.

Kepada Kompas.com, Nur Ahmadi, warga Kelurahan Papring, Kecamatan Kalipuro, mengatakan bahwa mata kiri anak pertamanya diangkat karena menderita kanker mata.

"Operasi dilakukan di Surabaya, 17 Juli 2014 lalu. Jadi, bola mata sebelah kiri diangkat. Sekarang tinggal kemoterapi saja, setiap 3 minggu sekali ke Surabaya," kata Nur Ahmadi.

Menurut dokter yang memeriksa, anaknya kemungkinan menderita kanker mata sejak di dalam kandungan. Awalnya, dia melihat mata anaknya seperti mata kucing.

"Ketika saya lihat, (matanya) seperti mata kucing berkilat-kilat. Lalu setelah diperiksa dokter, anak saya katanya harus segera dioperasi. Jaraknya tidak lama dari vonis sampai operasi pengangkatan mata," ungkapnya.

Dia mengaku sempat tidak tega melihat kondisi mata anaknya, apalagi teman-temannya menjauh setelah tahu mata Izzam diangkat.

"Akhirnya, dari puskesmas, saya diarahkan ke sini untuk mendapat bantuan mata bagi Izzam. Paling tidak, anak saya terlihat normal, dan tidak dijauhi teman-temannya," tuturnya.

Sementara itu, I Wayan Wijaya, teknisi mata palsu yang memeriksa Izzam, mengatakan bahwa bola mata buatan harus disesuaikan dengan kondisi mata pasien.

"Materi yang digunakan untuk bola mata buatan memang dibuat nyaman, terutama untuk anak-anak. Paling tidak, setahun sekali harus diganti. Nanti juga, saat pemakaian, sesekali bisa dilepas dan dibersihkan, lalu dipakai lagi. Ini lebih ke estetika agar mereka tidak minder dengan kondisi mata mereka," ungkap lelaki asal Bali itu.

Sementara itu, Nuhadi, Ketua Panitia Bakti Sosial Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan pemeriksaan terhadap 1.500 pasien selama lima hari.

"Setelah diperiksa, baru nanti ditentukan apakah akan diberi obat atau diberi bantuan kacamata. Ada sekitar 750 kacamata gratis yang diberikan. Untuk operasi katarak, targetnya 200 orang. Ada dua mobil operasi yang disediakan di halaman gedung PMI Banyuwangi, termasuk juga bantuan bola mata gratis," tutur Nurhadi.

Dia berharap, kegiatan tersebut bisa membantu menekan angka penyakit mata di Kabupaten Banyuwangi.

"Jika semuanya dibebankan kepada pemerintah, tentu tidak akan optimal. Oleh karena itu, harus ada kerja sama dengan berbagai pihak, apalagi jumlah penderita mata, terutama katarak, di Indonesia merupakan yang terbesar di ASEAN," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Regional
Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Regional
Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Regional
Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Regional
Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Regional
Jejak Perjalanan Warga Rohingnya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Jejak Perjalanan Warga Rohingnya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Regional
Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Regional
Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Regional
Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan 'Drive-Thru'

Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan "Drive-Thru"

Regional
Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Regional
Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Regional
Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Regional
Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Regional
Temukan Alamat dan Puisi, Polisi Amankan Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya

Temukan Alamat dan Puisi, Polisi Amankan Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya

Regional
Genangan Banjir di Cilacap Berangsur Surut, 531 Orang Masih Mengungsi

Genangan Banjir di Cilacap Berangsur Surut, 531 Orang Masih Mengungsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X