Kompas.com - 24/10/2014, 14:07 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAYAPURA, KOMPAS.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas 1A Jayapura, Papua, menjatuhkan vonis penjara 2 bulan 15 hari dan denda sebesar Rp 2 juta subsider 1 bulan penjara, untuk Thomas Charles Dandois (40) dan Louise Marie Valentine Bourrat (29), Jumat (24/10/2014) siang.

Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim yang diketuai Marthinus Bala, didampingi Maria Sitanggang dan Irianto ini, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni penjara 4 bulan dan denda Rp 2 juta.

Keduanya dinyatakan terbukti telah melakukan penyalahgunaan izin tinggal yang melanggar Pasal 122 huruf A Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, junto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Hal yang meringankan, keduanya bersikap kooperatif selama persidangan, keduanya sudah mengakui kesalahannya dan belum pernah terlibat tidak kriminal,” ungkap Marthinus Bala.

Saat dimintai tanggapan oleh Ketua Majelis Hakim, Thomas dan Valentine sepakat menerima putusan tersebut. “Saya ingin pulang,” ungkap Thomas singkat dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih.

Pernyataan Thomas diamini pula oleh Valentine. “Saya tidak ingin egois, dan menerima putusan ini. Karena kedua klien saya sudah menerima putusan dan ingin cepat pulang. Walau secara legal perspektif belum tercapai,” ungkap Aristo Pangaribuan, penasihat hukum keduanya.

Vonis diambil setelah sidang maraton sejak Senin (20/10/2014) lalu. JPU Sukanda yang menyatakan puas dengan putusan Majelis Hakim.

Diberitakan sebelumnya, Thomas dan Louise ditangkap anggota Kepolisian Resor Jayawijaya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, 6 Agustus lalu. Bersama kedua jurnalis yang bekerja untuk Arte TV Perancis, juga ditangkap tiga orang anggota kelompok bersenjata pimpinan Enden Wanimbo.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Kepolisian Daerah Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo mengatakan keduanya tertangkap melakukan kegiatan jurnalistik menggunakan visa turis. “Sebelum ditangkap di Wamena, keduanya sudah pernah mewawancarai Forkorus Yaboisembut, Presiden Republik Federal Papua Barat. Akibat pemberitaannya bisa menimbulkan gejolak di Papua,” kata Pudjo beberapa waktu lalu.

Ditemui usai persidangan, Thomas mengaku tidak trauma dengan penangkapan yang dialaminya. Namun ia mengaku tidak akan mengulang lagi perbuatannya. Thomas juga mengaku puas proses hukum yang berlangsung cukup cepat.

Selama ditahan di tahanan Imigrasi Klas 1 Jayapura, Thomas mengaku mendapat perlakuan yang sangat baik. Ia bahkan sedang menulis cerita singkat mengenai pengalamannya 13 tahun melakukan liputan di berbagai belahan dunia. “Setiap hari saya menulis pengalaman saya sedikit demi sedikit. Rencananya saya akan jadikan sebuah buku,” ungkap Thomas.

Thomas dan Louise akan menghirup udara bebas, Senin (27/10/2014) mendatang, setelah keduanya sudah menjalani tahanan selama 2 bulan 12 hari di tahanan Imigrasi Klas 1 Jayapura. Setelah bebas, Thomas bersama Louise mengaku akan langsung berangkat ke Jakarta dan selanjutnya kembali ke Paris, Perancis. “Saya ingin cepat pulang. Saya kangen dengan istri dan kedua anak kembar saya, Noah dan Simo,” ungkap Thomas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X