Kompas.com - 16/09/2014, 14:42 WIB
Warga Tasikmalaya mulai mengalami kesulitan air bersih memasuki musim kemarau tahun ini, Selasa (16/9/2014). KOMPAS.com/Irwan NugrahaWarga Tasikmalaya mulai mengalami kesulitan air bersih memasuki musim kemarau tahun ini, Selasa (16/9/2014).
|
EditorCaroline Damanik

TASIKMALAYA, KOMPAS.com – Kekeringan memasuki musim kemarau mulai melanda beberapa wilayah di daerah Tasikmalaya. Bahkan warga di wilayah Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, harus menempuh jarak sampai 5 kilometer untuk mendapatkan air bersih guna keperluan sehari-hari.

Bukan hanya di beberapa wilayah Kabupaten Tasikmalaya saja, kekeringan dan sulitnya mendapatkan air bersih pun terjadi di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Mereka bahkan berebut air bersih saat ada penyaluran air dari pemerintah setempat.

“Untuk mandi sudah susah, apalagi untuk air minum. Hampir dua minggu ini saya harus menempuh jarak 5 kilometer lebih untuk mendapatkan air bersih di bawah (lembah, red),” ungkap Enok Rukmini (47), warga Kecamatan Jatiwaras, Selasa (16/9/2014).

Sehari-harinya, Enok biasanya mengangkut air bersih memakai jeriken memakai gerobak dengan cara jalan kaki. Secara bergantian, Enok bersama warga lainnya secara bergantian mengangkut air bersih di sebuah sumber mata air di lembah sebuah pegunungan.

“Saya biasanya bergantian memakai gerobak, dan airnya nanti dibagi rata. Air ini dipakai untuk minum dan memasak, serta keperluan mandi anak-anak,” kata Enok.

Hal sama terjadi di wilayah Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Meskipun berada di perkotaan, sulitnya air bersih di lokasi ini telah terjadi sejak sebulan lalu. Warga di daerah ini pun sama untuk sehari-harinya mendapatkan air bersih di sebuah sumur warga yang masih terdapat air secara bersama-sama.

Biasanya setiap warga per harinya mendapatkan jatah dua jeliken air untuk keperluan sehari-hari. Langkah itu untuk menjaga debit air tetap ada dan bisa dibagi rata oleh warga setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Namun sekarang sudah semakin parah. Airnya sudah mulai habis. Kalau sumur-sumur warga lainnya sudah kering dan tidak ada air,” ujar Nuryamah (54), warga Kampung Ciluncat, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Sampai sekarang, Nuryamah menambahkan, warga di wilayahnya berharap mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah Kota Tasikmalaya. Bahkan, kemarin sempat terjadi kekecewaan warga yang sudah antre akan mendapatkan air bersih, tapi bantuan tersebut tak kunjung datang sampai sore hari kemarin.

“Kemarin kita sudah antre membawa ember dan jeliken di sini, eh bantunnya tidak datang. Saya berharap kepada pemerintah untuk serius lah membantu kami,” tambah dia.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin menyatakan, kekeringan lahan sampai hari ini memang sudah terjadi di beberapa wilayah di daerahnya. Namun, skalanya masih belum terlalu parah dan masih bisa ditanggulanggi. Beberapa daerah yang rawan kekeringan di daerahnya biasanya di wilayah yang berada di dataran tinggi.

“Kalau kekeringan lahan biasanya di dataran tinggi, biasanya ditandai dengan keringnya lahan pertanian yang sehari-harinya digunakan cocok tanam warga,” singkat dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X