Jalur Mudik Sukabumi Padat

Kompas.com - 28/07/2014, 01:40 WIB
Kemacetan arus mudik terjadi di pintu keluar tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Jumat (25/7/2014). Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi antara Jumat hingga Sabtu ini. KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMOKemacetan arus mudik terjadi di pintu keluar tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Jumat (25/7/2014). Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi antara Jumat hingga Sabtu ini.
EditorHindra Liauw

SUKABUMI, KOMPAS.com - Arus lalu lintas di jalur utama mudik Sukabumi hingga pukul 23.00 WIB terpantau padat yang disebabkan oleh aktivitas pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua yang masuk dari arah Bogor.

Pantauan di lokasi, Minggu malam, kepadatan kendaraan di jalur mudik bagian utara Sukabumi tersebut terjadi mulai pukul 20.00 WIB, kepadatan kendaraan tampak di lokasi-lokasi pusat berbelanja seperti depan Pasar Cicurug, Parungkuda dan Cibadak.

Tersendatnya arus lalu lintas disebaban berbaurnya kendaraan pemudik dengan warga yang melaksanakan takbir keliling dan keluar-masuk pusat perbelanjaan.

"Tersendatnya arus lalu lintas di wilayah utara Sukabumi atau tepat di jalur utama mudik disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang melakukan perjalanan ke pusat-pusat keramaian seperti tempat perbelanjaan baik pasar tradisional maupun swalayan ditambah aktivitas pemudik yang menggunakan roda dua masih tinggi hingga malam takbiran ini," kata Kepala Seksi Pengendalian Operasional, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sukabumi Asep Sumantri.

Menurut Asep, aktivitas pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua dari arah Bogor menuju jalur mudik Sukabumi masih tinggi, bahkan banyak ditemukan iring-iringan pemudik dengan cara konvoi kendaraan roda dua di jalur mudik tersebut. Akibat banyaknya kendaraan yang melintas tersebut arus lalu lintas menjadi tersendat.

Namun, berdasarkan pantauan polisi, memasuki tengah malam ini, volume kendaraan dilaporkan mulai berangsur normal dan kepadatan hanya tampak di depan pusat perbelanjaan saja.

Asep memprediksi pada 1 Syawal atau Senin (28/7/2014), arus lalu lintas mulai lengang. Namun demikian, polisi tetap bersiaga untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Kami juga mengimbau kepada pengendara agar saat kondisi jalan lengang tidak menancap gas dan jika pengendara sudah mengantuk atau lelah lebih baik untuk istirahat dan tidak memaksakan meneruskan perjalanan," katanya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

Regional
Masih Ada Sistem Noken di Pilkada 2020, Ini Antisipasi Bawaslu Papua

Masih Ada Sistem Noken di Pilkada 2020, Ini Antisipasi Bawaslu Papua

Regional
Dua Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Bali Alami Trauma

Dua Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Bali Alami Trauma

Regional
Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler

Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler

Regional
Setor 150 Juta ke MeMiles, Adjie Notonegoro: Kalau Enggak Kembali Diikhlaskan Saja

Setor 150 Juta ke MeMiles, Adjie Notonegoro: Kalau Enggak Kembali Diikhlaskan Saja

Regional
Polisi Sebut Hasil Otopsi Mantan Istri Sule Akan Keluar Satu atau Dua Hari ke Depan

Polisi Sebut Hasil Otopsi Mantan Istri Sule Akan Keluar Satu atau Dua Hari ke Depan

Regional
Demam, 2 Turis China yang Berkunjung ke Bintan Langsung Dilarikan ke RS

Demam, 2 Turis China yang Berkunjung ke Bintan Langsung Dilarikan ke RS

Regional
Suami Kerja, Istri Selingkuh di Sebuah Penginapan

Suami Kerja, Istri Selingkuh di Sebuah Penginapan

Regional
Viral Sumber Air Tercemar Limbah Babi, PDAM Kabupaten Semarang: Kami Jamin Aman

Viral Sumber Air Tercemar Limbah Babi, PDAM Kabupaten Semarang: Kami Jamin Aman

Regional
Dinkes Jatim Mulai Antisipasi Virus Corona di Bandara dan Pelabuhan

Dinkes Jatim Mulai Antisipasi Virus Corona di Bandara dan Pelabuhan

Regional
Kronologi Pasutri Dibacok Tetangga gara-gara Kentut

Kronologi Pasutri Dibacok Tetangga gara-gara Kentut

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 9 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 9 Orang

Regional
Guru Olahraga yang Cabuli Dua Siswi SD di Bali Terancam 20 Tahun Penjara

Guru Olahraga yang Cabuli Dua Siswi SD di Bali Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas, Saksi Mengira Temukan Tengkorak Kucing

Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas, Saksi Mengira Temukan Tengkorak Kucing

Regional
Kapok Divonis 2 Bulan karena Sisa Getah Karet Seharga Rp 17 Ribu, Kakek Samirin: Tidak Lagi

Kapok Divonis 2 Bulan karena Sisa Getah Karet Seharga Rp 17 Ribu, Kakek Samirin: Tidak Lagi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X