"Blusukan" ke Perajin Tempe di Jambi, Jokowi Sebut Ada Mafia Kedelai

Kompas.com - 24/06/2014, 14:59 WIB
Calon presiden Joko Widodo saat berkunjung pusat perajin tempe di Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Selasa (23/6/2014). KOMPAS.com/Indra AkuntonoCalon presiden Joko Widodo saat berkunjung pusat perajin tempe di Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Selasa (23/6/2014).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAMBI, KOMPAS.com - Calon presiden Joko Widodo menengarai adanya permainan importir kedelai di Indonesia. Menurut dia, permainan mafia kedelai itu memicu melambungnya harga kedelai dan akhirnya menyulitkan masyarakat.

"Kedelai harus menjadi perhatian, kalau harganya sudah naik, turunnya sulit sekali. Artinya ada yang memainkan, importir yang memegang stok," kata Jokowi saat blusukan ke sentra perajin tempe di Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Selasa (24/6/2014).

Dalam kesempatan itu, Jokowi menerima keluhan warga di sana yang memintanya menurunkan harga kedelai dari Rp 9.000 kilogram ke Rp 6.000 kilogram. "Kami berharap Bapak bisa mengusahakan bagaimana harga kacang kedelai bisa turun," kata Mahfud, salah seorang perajin tempe di lokasi tersebut.

Jokowi mengatakan, ada beberapa cara untuk menyelesaikan krisis kedelai di Indonesia. Ia mengusulkan agar masing-masing daerah mengoptimalkan produksi dan melakukan impor kedelai secara mandiri agar pendistribusiannya lebih tepat. "Kalau Jambi jadi importir, mampu enggak? Jadi enggak terpusat di Jakarta," ujarnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Regional
Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Regional
Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X