Kompas.com - 13/06/2014, 12:30 WIB
Raeni (31) wisudawan terbaik Unnes bersama ayahnya Mugiyono (51). Kompas.com / Dian Fath Risalah El AnshariRaeni (31) wisudawan terbaik Unnes bersama ayahnya Mugiyono (51).
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com — Senyum bangga menghiasi raut wajah Mugiyono (51). Namun, sesekali ia juga tidak bisa menahan haru. Air mata Mugiyono menggenang tiap kali ditanyakan tentang Raeni (21), putri bungsunya.

Raeni telah membuat Mugiyono sangat bangga. Perempuan itu berhasil menjadi wisudawati terbaik Universitas Negeri Semarang dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,96. Terbayar sudah perjuangan Mugiyono yang mengayuh becak demi menyekolahkan anaknya itu.

Lagi-lagi, air mata kebahagiaan pun menetes kita Mugiyono bercerita soal perjuangannya menyekolahkan Raeni. Pria yang sehari-harinya mengayuh becak di Kendal, Jawa Tengah, tersebut tidak pernah membayangkan dapat mengantarkan putri kesayangannya tersebut hingga mengenakan kebaya lengkap dengan toga wisudanya.

Pensiun dini demi pesangon
Mugiyono mengaku, demi bisa menyekolahkan Raeni, ia rela mengajukan pensiun dini dari perusahaan kayu lapis. Maksudnya agar dia mendapatkan pesangon untuk modal kuliah Raeni. Dengan uang itu pula, Mugiyanto membeli laptop dan membayar uang kos, meski Raeni menerima beasiswa Bidikmisi.

"Waktu itu Raeni bilang harus punya laptop, saya bingung dapat uang sebanyak itu dari mana. Waktu itu mau pinjam di koperasi enggak bisa, terus mau gadai sertifikat tanah di bank juga tidak bisa, makanya saya mengajukan pensiun dini," tutur Mugiyono dengan mata berkaca-kaca.

Mugiyono menceritakan kisahnya ini saat ditemui di The East Building Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/6/2014) kemarin. Dia mengatakan, uang pensiun yang diterimanya sebesar Rp 9 juta. Dia langsung membelikan laptop untuk Raeni dengan uang itu.

Sisanya sebesar Rp 800.000 digunakan untuk membeli becak. Kemudian, semenjak tahun 2010 itu ia beralih profesi menjadi pengayuh becak di Kelurahan Langenharjo, Kendal. Dalam sehari, dia bisa mengumpulkan uang antara Rp 10.000-Rp 50.000.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sempet bingung juga biasanya punya penghasilan tetap, padahal pengeluaran sehari-harinya tetap," ujarnya sambil tertawa.

Akibat tak mempunyai penghasilan tetap, Mugiyono pun berusaha mencari pekerjaan lain. Beruntung, dia ditawari bekerja sebagai penjaga malam di SMKN 1 Kendal dengan gaji Rp 450.000 per bulan.

Bangga
Sang anak, Raeni mengaku sangat bangga dengan ayah yang selalu mendukungnya tersebut. Awalnya ia pun sempat khawatir apakah bisa kuliah dengan penghasilan orangtuanya yang serba pas-pasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.