Angka Kematian Ibu Bersalin di Yogya Tinggi, Faktor Stres Diwaspadai

Kompas.com - 28/05/2014, 18:45 WIB
Ilustrasi ibu melahirkan ShutterstockIlustrasi ibu melahirkan
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Stres menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya angka kematian ibu melahirkan. Pada tahun 2014 ini saja, sudah ada lebih dari 250 ibu yang meninggal saat melahirkan di DI Yogyakarta.

"Tahun ini saja sudah ada 250-an yang meninggal saat melahirkan. Angkanya masih terbilang tinggi," Ujar Ketua Harian Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DIY, Budi Wahyuni, Rabu (28/5/2014).

Wahyuni menuturkan, selama dua tahun terakhir angka kematian ibu ketika melahirkan cenderung meningkat. Tingginya angka kematian ibu ini salah satunya disebabkan selama kehamilan ibu mengalami stres yang akhirnya mempengaruhi proses persalinan.

"Stres bisa menimbulkan anemia,  kurang gizi, dan bisa menimbulkan kematian," tegasnya.

Menurutnya, stres pada ibu hamil diakibatkan karena selama ini perempuan masih dianggap sebagai obyek atau nomer dua dalam berbagai hal. Mereka belum diberikan keleluasaan untuk berekspresi.

"Berdasarkan peneliatian, kematian ibu melahirkan didominasi rata-rata usia antara 30 hingga 40an tahun," ucapnya.

Sementara itu, aktivis Woman Research Institute (WRI) Gunungkidul Tri Asmiyato mengatakan, salah satu pemicu kematian ibu saat melahirkan di Gunungkidul kebanyakan karena faktor terlambat ke dokter. Selain itu juga soal keterlambatan penanganan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Terbanyak berada di Kecamatan Saptosari, Semin, Paliyan dan Kecamatan Wonosari," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.