Remaja "Hacker" Ini Bobol 2 Perusahaan demi Biaya Sekolah

Kompas.com - 17/04/2014, 18:44 WIB
AR (kanan) pelajar yang mencuri pulsa dan voucher melalui sistem komputer. KOMPAS.com/Achmad FaizalAR (kanan) pelajar yang mencuri pulsa dan voucher melalui sistem komputer.
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com — Seorang pelajar kelas 2 SMK di Kalimantan Timur membobol pusat data perusahaan operator pulsa di Surabaya. Pulsa senilai Rp 5 juta pun dicuri dari sistem operasi perusahaan tersebut dan diuangkan oleh pelaku.

Aksi kriminal dunia cyber yang dilakukan AR (18), warga Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Sangatta Timur, Kalimantan Timur, itu pun terdeteksi pemilik perusahaan setelah dua tahun berjalan.

"Kami tindak lanjuti laporan pemilik perusahaan dengan menangkap pelaku pekan lalu," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Polisi Awi Setiyono, Kamis (17/4/2014).

Dengan memiliki kemampuan teknis tertentu, pelajar SMK jurusan teknik alat berat ini berhasil memindahkan nilai pulsa dari sistem pusat data perusahaan ke nomor telepon yang bukan pembeli resmi pulsa di PT CTC yang beralamat di Surabaya.

"Tersangka memang memiliki keahlian lebih di bidang itu sejak masih duduk di bangku SMP. Dia juga pernah bekerja sebagai penjaga warnet," ujar Awi.

Selain mencuri pulsa dari perusahaan agen pulsa, pada waktu bersamaan, AR yang merupakan anak tukang ojek itu juga berhasil membobol sistem keamanan perusahaan game online PT Global Provider. Dari situ, dia juga mencuri voucer senilai Rp 5 juta.

"Uang hasil penjualan pulsa dan voucer digunakan untuk membeli ponsel dan membayar sekolah," ujarnya.

Selanjutnya, atas kejahatannya itu, tersangka dijerat Pasal 30 Ayat (3) juncto Pasal 36 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman pidana paling lama delapan tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 800 juta.

Sebelumnya, keluarga AR (sebelumnya ditulis AD) merasa gelisah dengan kondisi AR yang kabarnya berpindah-pindah tahanan selama dibawa oleh tim Cyber Crime Polda Jatim.

"Adik saya ditangkap Polda Jatim, tapi saya masih tidak percaya dengan tuduhan dari kepolisian. Katanya adik saya adalah hacker yang memiliki jaringan internasional. Padahal, di rumah tidak ada komputer, apalagi internet," kata MA, kakak AR, yang merupakan warga Sangatta, Selasa (15/4/2014).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Regional
Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Regional
Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Regional
Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Regional
Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Regional
Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Regional
Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Regional
Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Regional
Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Regional
Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Regional
136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X