Kata Kurir, Penjualan Sabu Dikendalikan dari Lapas Pontianak

Kompas.com - 04/04/2014, 15:46 WIB
TS dan DM beserta barang bukti narkoba yang diamankan ketika memberikan keterangan kepada wartawan di markas Polres Singkawang, Minggu (19/1/2014) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANTS dan DM beserta barang bukti narkoba yang diamankan ketika memberikan keterangan kepada wartawan di markas Polres Singkawang, Minggu (19/1/2014)
|
EditorCaroline Damanik

SINGKAWANG, KOMPAS.com -- Aparat Polres Singkawang kembali menangkap tiga orang yang diduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu, Sabtu (29/3/2014). Kasat Narkoba Polres Singkawang AKP Charles Sitorus memaparkan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat.

Polisi kemudian melakukan pengintaian dan membekuk RD alias Toni (26), warga Jalan Kridasana, Singkawang, pada Sabtu sekitar pukul 03.00 WIB. Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 0,04 gram, bong, dan telepon seluler.

Kemudian, dari hasil pengembangan penyelidikan, polisi menangkap HL. Berdasarkan keterangan Toni, sabu tersebut didapat dari HL.

"Tersangka kedua HL kita ringkus di Jalan Raya Sejangkung, dengan barang bukti 0,35 gram sabu beserta timbangan, bong sabu, plastik klip, dan pipa plastik. HL ditangkap di rumahnya sekitar pukul 05.00," ujar Charles, Jumat (4/4/2014).

Dari penangkapan kedua tersangka ini, polisi terus mengembangkan penyelidikan dan menangkap tersangka yang ketiga, KSF alias Afung (44), yang bertugas sebagai kurir. Kepada polisi, Afung mengungkapkan bahwa pemiliknya adalah seorang tahanan yang berada di Lapas Pontianak.

"Dia telepon saya suruh antar barang. Barangnya diantarkan oleh orang lain, saya juga tidak kenal siapa," katanya.

Afung mengakui bahwa dirinya sudah delapan kali mengantarkan barang milik tahanan tersebut.

"Sekali antar saya cuma dikasih Rp 50.000," ujarnya.

Hingga kini polisi terus mengembangkan penyelidikan mengungkap dalang di balik peredaran narkoba di Kota Singkawang. Ketiganya saat ini masih mendekam dalam sel tahanan Mapolres Singkawang untuk proses hukum selanjutnya. Ketiganya dijerat Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 1 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun, dengan tuduhan sebagai pengedar dan perantara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X