RSJD Solo Siap-siap Tampung Caleg Stres

Kompas.com - 01/04/2014, 15:28 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
SOLO, KOMPAS.com - Menjelang pemilihan legislatif pada 9 April 2014 nanti, tidak hanya para calon legislatif yang sibuk, tapi Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta juga sibuk bersiap-siap menampung para caleg yang stres pasca pemilihan legislatif.

Persiapan yang dilakukan oleh pihak RSJD yang berlokasi di Kentingan, Jebres, Solo, tersebut adalah menyiapkan 340 kamar yang terbagi menjadi beberapa kelas. Kelas VVIP, VIP. Kelas I,II dan III.

Wakil Direktur Pelayanan Medis RSJD, Agustini Christiawati, Selasa (1/4/2014) menerangkan, memang belum ada pasien caleg yang stres dan dirawat di RSJD, namun semuanya harus dipersiapkan.

"Prinsipnya semua kamar diperuntukan bagi pasien baik pasien biasa atau caleg," kata dia.

Sementara itu, Agustini menambahkan, tidak ada kamar khusus bagi caleg yang stres dan prosedurnya bagi pasien yang berobat sama seperti lainnya.

"Kita hanya menyiapkan diri saja dan prosedur bagi pasien semua sama termasuk tes dan pemeriksaan kejiwaan secara ketat, jadi tidak semua bisa masuk ke RSJD," kata dia.

Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 53 Tahun 2013, semua pasien akan dilayani termasuk pasien umum atau pasien dengan kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminana Sosial).

"Kita layani semua baik umum maupun dengan layanan BPJS," kata Dyah Srimarwati, Humas dan Pemasaran RSJD. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

Regional
Masih Ada Sistem Noken di Pilkada 2020, Ini Antisipasi Bawaslu Papua

Masih Ada Sistem Noken di Pilkada 2020, Ini Antisipasi Bawaslu Papua

Regional
Dua Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Bali Alami Trauma

Dua Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Bali Alami Trauma

Regional
Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler

Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler

Regional
Setor 150 Juta ke MeMiles, Adjie Notonegoro: Kalau Enggak Kembali Diikhlaskan Saja

Setor 150 Juta ke MeMiles, Adjie Notonegoro: Kalau Enggak Kembali Diikhlaskan Saja

Regional
Polisi Sebut Hasil Otopsi Mantan Istri Sule Akan Keluar Satu atau Dua Hari ke Depan

Polisi Sebut Hasil Otopsi Mantan Istri Sule Akan Keluar Satu atau Dua Hari ke Depan

Regional
Demam, 2 Turis China yang Berkunjung ke Bintan Langsung Dilarikan ke RS

Demam, 2 Turis China yang Berkunjung ke Bintan Langsung Dilarikan ke RS

Regional
Suami Kerja, Istri Selingkuh di Sebuah Penginapan

Suami Kerja, Istri Selingkuh di Sebuah Penginapan

Regional
Viral Sumber Air Tercemar Limbah Babi, PDAM Kabupaten Semarang: Kami Jamin Aman

Viral Sumber Air Tercemar Limbah Babi, PDAM Kabupaten Semarang: Kami Jamin Aman

Regional
Dinkes Jatim Mulai Antisipasi Virus Corona di Bandara dan Pelabuhan

Dinkes Jatim Mulai Antisipasi Virus Corona di Bandara dan Pelabuhan

Regional
Kronologi Pasutri Dibacok Tetangga gara-gara Kentut

Kronologi Pasutri Dibacok Tetangga gara-gara Kentut

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 9 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 9 Orang

Regional
Guru Olahraga yang Cabuli Dua Siswi SD di Bali Terancam 20 Tahun Penjara

Guru Olahraga yang Cabuli Dua Siswi SD di Bali Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas, Saksi Mengira Temukan Tengkorak Kucing

Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas, Saksi Mengira Temukan Tengkorak Kucing

Regional
Kapok Divonis 2 Bulan karena Sisa Getah Karet Seharga Rp 17 Ribu, Kakek Samirin: Tidak Lagi

Kapok Divonis 2 Bulan karena Sisa Getah Karet Seharga Rp 17 Ribu, Kakek Samirin: Tidak Lagi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X