Mengapa Umar Patek Dipindah ke Lapas Porong?

Kompas.com - 14/03/2014, 13:50 WIB
Seorang keluarga korban peledakan bom di Kuta pada 12 Oktober 2002 tengah mengabadikan monumen usai berdoa dan menaruh bunga mengenang saudaranya yang tewas, di Monumen Bom Bali, Ground Zero, Legian, Kabupaten Badung, Balli, Kamis (11/10/2012) sore. Sejumlah keluarga korban dan kerabatnya berdatangan menjelang peringatan 10 tahun peledakan tersebut pada Jumat (12/10/2012) ini yang diperingati di kawasan Garuda Wisnu Kencana, bersama pemerintah Indonesia, Bali dan Australia. Ratusan korban tewas berasal dari Indonesia, Australia, dan sejumlah negara lainnya, akibat ledakan hebat tersebut.
KOMPAS/AYU SULISTYOWATISeorang keluarga korban peledakan bom di Kuta pada 12 Oktober 2002 tengah mengabadikan monumen usai berdoa dan menaruh bunga mengenang saudaranya yang tewas, di Monumen Bom Bali, Ground Zero, Legian, Kabupaten Badung, Balli, Kamis (11/10/2012) sore. Sejumlah keluarga korban dan kerabatnya berdatangan menjelang peringatan 10 tahun peledakan tersebut pada Jumat (12/10/2012) ini yang diperingati di kawasan Garuda Wisnu Kencana, bersama pemerintah Indonesia, Bali dan Australia. Ratusan korban tewas berasal dari Indonesia, Australia, dan sejumlah negara lainnya, akibat ledakan hebat tersebut.
|
EditorGlori K. Wadrianto
SURABAYA, KOMPAS.com — Terpidana teroris, Hisyam bin Ali Zen alias Umar Patek, dipindah dari tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis siang.

Umar Patek dipindahkan demi membantu pengungkapan jaringan teroris di Jawa Timur. "Juga karena tahanan mako Brimob di Jakarta sudah overload," ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kanwil Kemenkumham Jatim, I Dewa Putu Gede, Jumat (14/3/2014).

Kedatangan terpidana kasus Bom Bali I tahun 2002 dan Bom Malam Natal tahun 2000 ke Porong kemarin dikawal ketat tim Datasemen Khusus 88 Mabes Polri dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, ke Lapas Porong, Sidoarjo.

Pria kelahiran 20 Juli 1966 itu divonis pidana 20 tahun penjara oleh PN Jakarta Barat pada 21 Juni 2012 lalu. Dia ditangkap di Kota Abbotabad, Pakistan, akhir Januari 2011.

Selain melakukan teror bom di Indonesia, dia juga terlibat rangkaian teror bersama kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Umar Patek juga diburu oleh aparat keamanan dari empat negara. Selain Indonesia, Filipina, dan Amerika Serikat, Pemerintah Australia juga sangat "menginginkan" Umar Patek karena pada peristiwa Bom Bali I yang menewaskan 202 orang, 88 di antaranya adalah warga Australia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Regional
Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Regional
Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Regional
Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Regional
Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Regional
Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Regional
Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Regional
Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Regional
Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Regional
Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Regional
136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X